-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Mengalami Penurunan

    18/02/21, 19:58 WIB Last Updated 2021-02-18T12:58:31Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja - Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap pertama di Kota Yogyakarta dinilai bisa menurunkan kasus Covid-19. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta mencatat, jumlah kasus aktif positif Covid-19 per mingguan mengalami penurunan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya.


    “Sekarang mulai turun dilihat dari jumlah pertumbuhan kasus per minggunya. Harapan kami dengan turunnya angka kasus mingguan menunjukkan efektivitas PPKM mulai terlihat,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Kamis (18/2/2021).


    Heroe menjelaskan puncak pertumbuhan kasus mingguan positif Covid-19 di Kota Yogyakarta terjadi pada minggu ke-44, minggu ke-45 dan minggu ke-46 dengan jumlah sekitar 500 kasus/minggu. Sedangkan pada minggu ke-47 mulai mengalami penurunan menjadi 406 kasus, minggu ke-48 menjadi 271 kasus dan minggu ke-49 menjadi 241 kasus.


    “Minggu ke 47 hingga minggu kemarin jumlah pertumbuhan kasus turun terus. Dilihat dari angka kasus per minggu, sudah turun sekitar 50 persen dari kasus mingguan sebelumnya,” terang Wakil Walikota Yogyakarta itu.


    Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat  pada laman corona.jogjakota.go.id per Rabu (17/2/2021) kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat maupun menjalani isolasi sebanyak 405 kasus, 3.771 sembuh dan 198 meninggal. Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 itu sudah menurun signifikan dibandingkan sebelumnya yang pernah mencapai di angka 700-an kasus.


    “Harapan kami bisa turun terus. Hanya saja harapan kami liburan imlek tidak menimbulkan gangguan sedikit (jumlah kasus Covid-19),” ujarnya.


    Pihaknya menyampaikan pada penerapan PPKM mikro proses testing, tracing treatment ditingkatkan, tapi masih menggunakan rapid antigen. Posko-posko yang dibangun di RT/RW diminta melakukan pendataan, pencatatan dan pengawasan orang keluar masuk serta warga isolasi mandiri.


    “Kami menunggu dua minggu lagi untuk melihat apakah PPKM mikro bisa lebih menggenjot lagi penurunan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta,” tutup Heroe.(rls)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini