-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Cara Pustakawan Hadapi Pengunjung Milenial

    07/11/19, 11:40 WIB Last Updated 2019-11-07T04:40:06Z

    SLEMAN, KabarJogja.ID - Para pengunjung perpustakaan saat ini didominasi oleh generasi Z yakni yang lahir antara tahun 1995-2010. Karakter generasi muda milenial ini berbeda dengan generasi sebelumnya karena umumnya mereka sudah melek teknologi.

    Psikolog Analisa Widyaningrum mengatakan, untuk menghadapi pengunjung milenial ini pun berbeda jika dibandingkan dengan kalangan lainnya. "Yang dihadapi adalah generasi digital dengan cara berpikir berbeda," katanya dalam keterangan tertulis pada Kamis (7/11). 

    Para pengunjung ini menurut Lisa meski akrab dekat teknologi digital namun diketahui memiliki minim daya juang dalam memperoleh dan mencari sumber informasi. Oleh karena itu pengalaman dan perilaku bijak sangat diperlukan pada diri pustakawan dalam melayani kebutuhan informasi bagi pengunjung perpustakaan. 

    "Pengalaman dan wisdom yang dimiliki pustakawan senior akan menjadi kolaborasi yang baik antar generasi guna mendorong growth mindset," katanya.

    Dosen FEB UGM, Rangga Almahendra mengatakan membaca dan menulis merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan. Membaca seperti mengisi pengetahuan lalu menuangkannya pada  tulisan dari hasil bacaan. 

    Di jepang, lanjut Rangga, perpustakaan ramai dikunjungi layaknya  mall. Dia menceritakan pengalamannya saat mengajar di Kyoto University. Saat jelang tengah malam, ia menyaksikan perpustakaan tetap ramai pengunjung. 

    "Patut kita tiru, karakter orang Jepang menghargai perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan," ujarnya.

    Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, kata Rangga, umumnya perpustakaan sepi  pengunjung. Ia menilai kemungkinan para pelajar dan mahasiswa sudah mendapatkan sumber bacaannya yang dibutuhkan secara online di internet. 

    Meski perubahan perkembangan teknologi dalam pelayanan perpustakaan tidak bisa dibendung, imbuhnya,  pengelola perpustakaan bisa mensiasati hal itu. "Sekarang ini ada pergeseran, perpustakaan bukan lagi sebuah tempat untuk menyimpan buku tapi tempat menuangkan ide dan konsep," ucapnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini