• Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemberian Izin Pendirian Hotel Diminta Lebih Berhati-hati

    22/11/19, 09:29 WIB Last Updated 2019-11-22T02:29:26Z

    Yogyakarta, KabarJogja.ID - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepada kepala daerah baik bupati maupun wali kota berhati-hati dalam memberikan izin pendirian hotel. Terutama setelah beroperasi penuh Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo nantinya.

    "Harapan saya kepada bupati dan wali kota, hati-hati untuk memberikan izin membangun hotel. Karena bagaimanapun hotel-hotel di Yogya itu, di luar hari libur dan weekend, baru kira-kira 50%-55% saja yang bisa memenuhi target," kata Sultan.

    Bandara YIA baru akan beroperasi secara penuh pada Maret 2020 mendatang. Meski demikian tak lantas langsung banyak investor yang masuk. 

    Menurutnya, dibutuhkan waktu sekitar satu sampai tiga tahun agar Pariwisata di DIY berdampak. 

    "Untuk investasi, tidak berarti begitu airport dibuka, bisa terjadi pembangunan pembangunan hotel yang luar biasa. Itu akan rugi semua, jadi hati-hati. Jangan sampai mengizinkan pembangunan hotel hanya untuk merugi," ucapnya.

    Sementara, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab Danunegara mengatakan, saat menyambut liburan panjang seperti Idul Fitri atau Natal juga Tahun Baru setidaknya di DIY tersedia 21 ribu lebih kamar. 

    Kamar-kamar itu disediakan 320 hotel berbintang yang totalnya ada 8.500 kamar dan 500 hotel non bintang di Yogyakarta yang total memiliki sekitar 13 ribuan kamar.

    Namun hanya hotel-hotel yang berada di kawasan wisata ring I yang tetap jadi primadona yang diserbu wisatawan.

    Istidjab menuturkan berlebihnya jumlah kamar yang disediakan kalangan perhotelan di Jogja itu tak serta merta akan ludes meski libur natal dan tahun baru merupakan peak season atau saat tingginya kunjungan.

    “Banyaknya kamar hotel di Jogja itu sebenarnya over supply, tingkat hunian maksimal liburan akhir tahun ini prediksinya di kisaran 60 persen dari total kamar tersedia,” ujarnya.

    Menurut Istidjab, kamar-kamar hotel yang ada di kawasan wisata Ring I seperti Malioboro dan sekitarnya biasanya sudah habis di-booking H-7 tahun baru. Sehingga pilihan wisatawan yang pesan kamar mepet waktu tahun baru hanya di kawasan Ring II.

    Istidjab menyebut jika tingkat hunian hotel rata-rata di DIY saat peak season libur akhir tahun sebenarnya bisa didongkrak. Namun hal itu tergantung juga dari kreativitas pengelola. 

    "Angka kenaikan tingkat hunian untuk hotel berbintang misalnya bisa didongkrak sekitar 10 persen dari angka 60 persen sehingga menjadi 70 persen. Sedangkan hotel non bintang bisa naik dari angka normal 40 persen menjadi 50 persen," ucapnya. 

    Sedangkan untuk hotel kawasan ring I paling menerima berkah libur akhir tahun. Sebab kenaikan tingkat huniannya tiap hotel bisa tembus di atas 90 persen. Sementara okupansi perhotelan di kawasan Ring II diprediksi bisa mencapai 80 persen.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +