-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Milenial, Batik Cap Kini Pembuatannya Pakai Remote

    19/11/19, 21:29 WIB Last Updated 2019-11-19T14:33:20Z

    Yogyakarta, KabarJogja.ID - Revolusi industri keempat ditandai dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik. 

    Untuk itu, sektor industri nasional perlu banyak pembenahan terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing di era Industri 4.0.

    Kepala Puslitbang Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono, mengatakan Era Revolusi Industri 4.0 tidak hanya membawa perubahan bagi sektor industri, akan tetapi juga dalam kehidupan pada umumnya. 

    "Tingginya permintaan batik akhir-akhir ini di satu sisi membuat industri pembuatan batik menjadi bergeliat lagi, namun sayangnya hal ini memiliki permasalahan tersendiri dalam hal peningkatan kapasitas produksi batik itu sendiri," katanya, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (19/11).

    Kendala tersebut tak lepas dari proses pembuatan batik yang panjang dan rumit serta peralatan yang digunakan masih terbatas baik secara teknologi maupun kemampuannya. 

    Terutama untuk peralatan produksi batik cap, yang saat ini masih mengandalkan tenaga manusia dalam proses pengecapan. Kondisi ini menyebabkan pengrajin batik cap kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat. 

    Hal ini menimbulkan dilema disaat permintaan pasar sangat tinggi namun para pelaku usaha batik cap kesulitan memenuhi permintaan tersebut yang diakibatkan keterbatasan alat produksi. 

    Sementara Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Titik Purwati Widowati menambahkan diperlukan solusi dalam hal peralatan produksi yang mengarah ke teknologi berbasis otomasi yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi.

    Oleh karena itu, BBKB menciptakan alat Cap Batik Otomatis Berbasis Programmable  Logic Controller (PLC). Teknologi perekayasaan alat batik cap berbasis otomasi ini bermanfat untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi batik cap. 

    "Diharapkan dengan diciptakannya alat ini, pelaku IKM dapat berkolaborasi dan bekerjasama dengan BBKB untuk dapat meningkatkan kapasitas produksinya yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing IKM Batik," ucapnya.

    Alat ini menggunakan metode otomasi pembuatan batik cap dimana canting cap dan kain digerakkan secara bergantian menggunakan pneumatik berbasis kontrol Programmable Logic Controller. 

    Penggunaan teknologi untuk otomasi batik cap ini diharapkan dapat menjadi teknologi yang handal dan memiliki ketahanan yang tinggi dalam penggunaan untuk produksi skala massal.(dho)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +