-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kepala BPIP; Nyatakan Nilai Luhur Pancasila, Cocok dan Ideal Untuk Kehidupan Santri

    25/10/23, 12:39 WIB Last Updated 2023-10-25T05:39:17Z

    Sleman, Kabar Jogja – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan nilai-nilai luhur Pancasila adalah yang paling cocok dan ideal untuk diterapkan dalam kehidupan para santri sehari-hari. Disebutnya, setelah merdeka umat muslim di Indonesia tertinggal dari kemajuan peradaban.


    Yudian menyampaikan ini saat peringatan Hari Santri pada 22 Oktober saat Sosialisasi Pancasila di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman.


    “Banyak hal istimewa yang diberikan oleh Allah SWT kepada bangsa dan negara Indonesia, yang harus disyukuri bersama oleh umat muslim. Bangsa Indonesia yang beriman kepada Allah dan bersatu ‘wa'tashimu bihablillahi jami'an wala tafarraqu’ (nikmat iman dan persatuan),” katanya dalam rilis, Rabu (25/10).


    Salah satu yang patut selalu disyukuri adalah Proklamasi sebagai revolusi tidak berdarah yang terjadi dalam waktu kurang lebih 59 detik, yang menyatukan 58 negara tanpa pertumpahan darah. Hal tersebut terjadi karena nikmat yang diberikan oleh Allah.


    Proklamasi Indonesia adalah yang terhebat dalam sejarah umat manusia karena terjadi di fase perang dunia kedua yang melibatkan lima benua. Ini bisa juga dikatakan sebagai Mukjizat kedua dari Allah SWT.


    Karena sebelumnya Indonesia juga pernah menerima Mukjizat yang pertama, yakni  peristiwa Sumpah Pemuda. Kalimatnya yang sederhana berhasil menyatukan kaum pemuda dan membungkam kaum penjajah 


    Hanya ada di Indonesia para pemuda  mendeklarasikan diri dalam berbangsa, berbahasa dan bertanah air satu Indonesia, yang membuat para raja, para sultan tunduk memilih negara Indonesia yang belum merdeka.


    “Semua bersatu, berjuang bersama hingga setelah 30 tahun kemudian dapat meraih kemerdekaan tanpa pertumpahan darah,” tegasnya.


    Namun sayangnya pasca kemerdekaan, umat Islam telah membuang ilmu-ilmu ilmiah dasar dari kurikulum madrasah yang waktu itu diterapkan dalam kurikulum madrasah Andalusia. Umat Islam belum serius dalam mempelajari ilmu-ilmu murni (biologi, kimia, fisika) kalangan Islam dan hanya mempelajari ilmu agama tidak seperti ibnu rusyd yang mempelajari kedua kajian tersebut.


    Dari semua kebaikan, Yudian menyatakan Pancasila yang mengandung nilai-nilai yang luhur dari lima silanya adalah yang terbaik.  Dimana inti nilai falsafah Pancasila ini sepenuhnya mengajak para santri untuk bersyukur.


    “Yaitu dengan cara  belajar yang sungguh-sungguh. Silahkan memilih tempat belajar yang paling cocok dan ideal dengan keilmuan santri, ikhtilafu ummati rohmatun, dan mengamalkan nilai –nilai luhur yang terkandung dalam sila-sila Pancasila dalam kehidupan para santri sehari-hari,” terangnya.


    Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY (PWNU DIY), Ahmad Zuhdi Muhdlor dalam paparannya ‘Peran Strategis Santri Dalam Menjaga Pancasila Dan NKRI’ menyampaikan Pancasila adalah ideologi bangsa yang telah disepakati bersama.


    “Bagi santri dan kalangan nahdliyin,  Pancasila bukanlah barang baru, karena nilai-nilai dan falsafah luhur yang ada di dalam Pancasila telah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.


    Tidak ada satupun nilai-nilai dalam Pancasila yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam agama. Perumus Pancasila adalah orang yang sangat cerdas yang berhasil merumuskan nilai-nilai luhur agama sebagai tuntunan hidup  masyarakat Indonesia dalam lima sila Pancasila.


    Pancasila bukan hanya sekedar fakta, akan tetapi Pancasila sebagai norma.  Di Indonesia banyak agama dan kepercayaan dan perbedaan yang muncul di dalamnya dapat dipersatukan dengan Pancasila.


    “Meskipun Pancasila bukanlah agama, akan tetapi Pancasila mengakomodir para pemeluk agama untuk menjalankan agamanya, “ tutup Kyai Muhdlor. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close