-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dari Gilangharjo, Joko Kendang Hidupkan Legenda Nama Keluarganya

    17/09/23, 10:13 WIB Last Updated 2023-09-17T03:13:42Z

    Bantul, Kabar Jogja- Menjadi generasi ketiga, setelah kakek dan ayahnya yang dikenal sebagai perajin kendang ternama. Joko Purnomo menghidupkan kembali legenda keluarganya dan berkontribusi pada perkembangan kesenian serta kebudayaan nusantara.


    “Saya belajar otodidak dari ayah yang dulu setiap hari membuat kendang. Saya baru terjun memegang kendali ketika ayah sudah sepuh di 2005. Keluarga kami dikenal sebagai perajin kendang pada era 1950-an,” kata Joko, Sabtu (16/9).


    Sempat terseok karena sepi pesannya, keberadaan Dana Keistimewaan (Danais) menjadi awal kebangkitan bisnis Joko yang dikenal dengan sebutan ‘Joko Kendang’. Rumah produksinya berada di Dusun Daleman, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak.


    Berbagai proyek dari Dinas Kebudayaan menjadikan Joko Kendang kebanjiran order untuk membuat kendang yang nantinya didistribusikan ke berbagai kelompok campursari maupun lainnya se-Yogyakarta.


    Saat disambangi di rumahnya, Joko Kendang tengah mengerjakan berbagai jenis ukuran kendang. Untuk membuat kendang, tidak semua komponen dikerjakan sendiri. Badan kendang atau klowong didatangkan dari wilayah Wonogiri dan Sukoharjo.


    “Bahan dasar klowong bisa dari bermacam jenis kayu. Seperti kayu mahoni atau kayu munggu. Yang paling baik itu kayu nangka,” imbuh Joko.


    Setelah menerima klowong, Joko melanjutkan proses pembuatan gamelan hingga sempurna. Dari pemasangan kulit, mengatur suara, dan juga proses pewarnaan atau pengecatan. Pada umumnya warna kendang adalah merah atau hijau.


    Harga jual kendang buatan Joko beragam tergantung ukuran. Yang ukuran besar bisa mencapai Rp4-5juta. Sementara ukuran kecil jenis ketipung dan ciblon berkisar Rp1,5-1,75 juta. Tinggi rendahnya harga tergantung juga dari jenis bahan kayunya.


    Besarnya potensi pembuatan kendang dan berbagai kerajinan lainnya, Kepala Desa Gilangharjo Pardiyana mengatakan akan mengembangkan berbagai sentra perekonomian di wilayahnya.


    “Kami sudah memetakan berbagai petakan potensi. Ada gamelan, keris, batik dan wayang. Selain kuliner. Kuliner ada lagi. Kita ingin menghadirkan sentra ekonomi yang arahnya peningkatan ekonomi,” katanya. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close