-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bukit Watu Gagak, Destinasi Baru Andalan Wukirsari

    11/07/23, 23:00 WIB Last Updated 2023-07-11T16:00:56Z

    Bantul, Kabar Jogja - Masuk sebagai bagian dari 75 desa wisata kelas dunia dan desa wisata terbaik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023. Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul terus mengembangkan berbagai potensi wisata yang dimilikinya.


    Dikenal sebagai desa yang mengembangkan industri wisata berkelanjutan berkonsep eduwisata dan ekowisata. Kali ini warga Dusun Singosaren tengah mengembangkan destinasi berbasis alam bertajuk Bukit Watu Gagak.


    Kepala Desa Wukirsari Susilo Hapsoro menjelaskan pengembangan wisata Watu Gagak sudah dirintis oleh warga secara mandiri sejak 2019. Namun karena hantaman pandemi Covid-19, proyek pembenahan area bukit yang tandus harus terhenti.


    “Setelah pandemi berakhir, maka secara terus-menerus pengembangan Watu Gagak dikebut. Keberadaan destinasi ini juga tidak lepas dari dukungan Pemkab Bantul dengan jalan akses utama dengan diaspal dan pemberian lampu jalan,” katanya saat kunjungan wartawan Bantul, Selasa (11/7).


    Percepatan pengembangan ini juga seperti mendapatkan takdirnya dengan hadirnya bantuan dari Dana Keistimewaan yang diterima dua tahun berturut dengan nilai Rp160  juta dan tahun kedua sebesar Rp350 juta.


    Keberadaan bantuan ini oleh warga kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan pendopo-pendopo dan pentas terbuka yang bisa dinikmati wisatawan yang berkunjung.


    Sebagai desa wisata andalan Bantul, sejak 2007 Wukirsari telah mengembangkan berbagai industry wisata seperti wisata batik tulis, wisata religi di makam raja-raja Ngayogyakarta, wisata ekonomi di pasar tradisional Sor Jati, wisata edukasi tata sungging, dan penangkaran satwa burung.


    “Kehadiran bukit Watu Gagak ini seperti menambah pilihan destinasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Wukirsari. Kedepan kami akan menghadirkan paket-paket kunjungan yang bisa dipilih wisatawan dan salah satunya ke sini,” terang Susilo.


    Ketua RT 5 Dusun Singosaren, Junaedi, menuturkan keinginan warga membuka kawasan perbukitan yang tandus ini karena ingin menghadirkan sumber ekonomi bagi warganya. Nama Watu Gagak sendiri merunut pada cerita lawas, bahwa dulu perbukitan ini merupakan sarang Burung Gagak.


    “Kami memulai pembukaan lahan secara swadaya. Saat itu ada sebanyak 45 warga yang bekerjasama. Namun sekarang tinggal 22 orang yang bertahan dan menjadi pengelola kawasan ini,” ucapnya.


    Selain menghadirkan berbagai warung-warung makanan tradisional, pengelola Watu Gagak juga menghadirkan pentas musik nostalgia langsung di malam-malam tertentu di panggung terbuka.


    Junaedi menyatakan pihaknya tidak memiliki data rata-rata jumlah kunjungan di Watu Gagak. Namun jika di hari libur, pendapatan dari sumbangan parker kendaraan bisa mencapai Rp500 ribu dan di hari biasa di angka Rp200 ribu.


    “Kami tengah berupaya memperindang kawasan agar warung-warung yang dimiliki warga bisa buka sepanjang hari. Saat ini warung-warung ini buka dari pagi sampai siang, kemudian sore sampai malam. Kalau hari libur buka dari pagi sampai malam,” ucapnya.


    Di puncak bukit Watu Gagak, dari panggung terbuka kita akan disuguhi pemandangan lanskap Desa Wukirsari di arah selatan, kemudian di barat terlihat Kota Bantul, dan di sisi utara adalah kawasan pemukiman warga.


    Wisatawan asal Jakarta Della mengaku, destinasi wisata Watu Gagak memang memiliki pemandangan yang indah. Dari tempat tersebut ia bisa melihat hijaunya gugusan persawahan dan pemandangan perkotaan.


    "Destinasi wisata ini saya akui sangat indah, cocok untuk healing," katanya. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close