-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    KWT Rahayu, Dari Produk Rumahan Menjadi Jujugan Wisman

    23/06/23, 13:08 WIB Last Updated 2023-06-23T06:08:09Z

    Bantul, Kabar Jogja – Berawal dari upaya meneruskan usaha para sesepuh yang bergelut dalam usaha pembuatan tempe berbahan baku kedelai secara tradisional.  


    Upaya Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu berhasil menjadikan usaha pembuatan tempe menjadi objek wisata yang rutin dikunjungi wisatawan mancanegara.


    KWT Rahayu adalah usaha rumahan yang didirikan oleh ibu-ibu RT 06, Dusun Jurug, Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul yang khusus menghasilkan tempe. Ketua KWT Rahayu, Sumarni, menerangkan usaha ini resmi didirikan pada 2010.


    “Awalnya kita hanya ingin meneruskan usaha pembuatan tempe yang telah menjadi tradisi di sini sejak dulu. Namun seiring perkembangan waktu, tidak hanya tempe saja yang dihasilkan namun berbagai panganan lain,” katanya saat dikunjungi Jumat (23/6).


    Dari pembuatan tempe yang dipasok untuk berbagai pedagang di pasar tradisional. Anggota KWT Rahayu kemudian berinovasi dengan mengolah kedelai yang menjadi bahan baku tempe dalam produk panganan lainnya.


    Lantas hadirlah berbagai produk seperti keripik tempe, sambal korek tempe, hingga minuman susu kedelai murni. Untuk menyasar pasar yang lebih luas, produk tempe yang dihasilkan kemudian disajikan dalam bentuk egg roll tempe, brownies tempe, tempe mendoan dan lain-lain.


    “Produk unggulan kami memang masih tempe yang masih mendapatkan banyak pesanan dibandingkan produk lainnya. Namun akhir-akhir ini, produk tempe mendoan yang kami sajikan lebih tebal dan lebar banyak permintaan. Khususnya pedagang tempe mendoan goreng,” lanjutnya.


    Sumarni mengatakan keberhasilan melakukan inovasi pada olahan kedelai. Akhirnya beberapa tahun yang lalu KWT Rahayu diajak kerjasama oleh beberapa agen wisata di Yogyakarta.


    Mereka menawarkan tempat produksi KWT Rahayu menjadi salah satu lokasi kunjungan bagi wisatawan mancanegara yang tengah menikmati keliling Yogyakarta dengan sepeda.


    “Jadi kalau ada turis, mereka langsung diajak menuju tempat produksi kami di belakang. Para turis ini kebanyakan tidak tahu mengenai tempe sehingga banyak yang bertanya-tanya. Bahkan saat menggorengnya mereka menonton dan terkadang turut belajar,” katanya.


    Kehadiran para turis ke wilayah RT 06 Dusun Jurug ini seperti membuka cakrawala warga akan peluang lainnya yang bisa menghasilkan cuan.


    Terlihat seperti hari ini, para ibu-ibu tidak hanya berkutat pada olahan produksi tempe saja. KWT Rahayu juga mengembangkan kebun pangan lokal di depan tempat produksinya. Mereka menanam berbagai tanaman pangan lokal untuk mencukupi kebutuhan warga sekitar dan bisa dicicipi wisatawan. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close