-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Hadirkan Lounge VVIP di YIA, Bentuk Kehadiran Negara Ke PMI

    01/06/23, 18:27 WIB Last Updated 2023-06-01T11:27:47Z

    Kulonprogo, Kabar Jogja – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menghadirkan area Lounge VVIP yang dikhususkan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kamis (1/6). Ini adalah titik ke tujuh yang dihadirkan BP2MI.


    Diluncurkan Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi, ruang Lounge VVIP PMI di YIA ini terletak di pintu kedatangan internasional. Di sini PMI yang ingin berangkat atau pulang dari luar negeri bisa menggunakanya untuk beristirahat.


    “Seberapa penting layanan VVIP ini bagi PMI. Ini penting, karena perintah Presiden Joko Widodo harus menjadikan PMI ini sebagai penumpang VVIP yang harus mendapatkan pelayanan maksimal,” katanya.


    Ia mengatakan, sebagai penyumpang devisa kedua setelah Migas. Dimana per tahunnya, PMI ini mengirimkan uang senilai Rp159,6 triliun untuk keluarganya di Indonesia.


    Presiden menurut Rinardi tidak ingin PMI ini seperti dulu yang dibiarkan terlantar di lantai bandara saat berangkat maupun pulang. Bahkan saat pulang dari luar negeri, mereka masih menjadi sasaran empuk para penjahat yang menjadikan mereka sasaran empuk.


    “Bagaimana mungkin negara menafikkan atau menihilkan mereka. Apa yang sudah mereka sumbangkan ke negara harus dibalas dengan pelayanan yang optimal. Ini adalah bukti kehadiran negara buat PMI,” lanjutnya.


    Tak hanya ruang tunggu, di Lounge VVIP ini juga terdapat meja informasi yang diperuntukkan untuk memberikan semua informasi apapun kepada PMI.


    Di jalur keberangkatan maupun kedatangan, BP2MI juga bekerjasama dengan pengelola bandara dengan menyediakan jalur cepat yang bisa dipergunakan PMI layaknya jalur diplomatic tamu negara.


    Kehadiran Lounge PMI di YIA merupakan yang ketujuh setelah Medan, Jakarta, , Semarang, Surabaya, NTB dan Bali.


    Dirinya juga menyajikan data bahwa hampir separuh PMI yang terdata pemerintah. Data Bank Dunia pada 2017 menyebut jumlah PMI di seluruh dunia sebanyak 9 juta orang.


    “Yang tercatat hanya 4,7 juta orang, artinya sebanyak 4,3 juta orang ini berangkat secara non procedural alias illegal,” katanya.


    Mereka yang berangkat secara ilegal inilah yang menurut Rinardi tengah ditertibkan. Secara keseluruhan hampir di semua wilayah menjadi sasaran para mafia atau calo perdagangan orang.


    Namun Jawa yang paling padat penduduknya menjadi sasaran utama mafia ini.


    Dengan iming-iming pemberangkatan kerja ke luar negeri gratis dan bergaji Rp15-20 juta, para orang tua yang tidak pernah tersentuh sosialisasi mengenai praktik perdagangan orang rela melepas anaknya demi lepas dari himpitan ekonomi.


    General Manager YIA dari PT Angkasa Pura I, Bambang Triyono menyebut kehadiran Lounge VVIP PMI dari BP2MI akan semakin menambah nilai bagi bandara.


    “Kedatangan internasional kebanyakan malam hari. PMI yang berasal dari Kebumen, Cilacap, Wonosobo maupun lainnya bisa beristirahat dan menjadi filterisasi tindakan pidana yang mengancam mereka,” jelasnya. (Tio)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close