-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Usai Dilaporkan Ke Polda, Santri Yogyakarta Saweran Untuk Suharso

    24/08/22, 10:34 WIB Last Updated 2022-08-24T03:34:51Z

    Sleman, Kabar Jogja - Pasca melaporkan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Para santri yang tergabung di Aksi Forum Santri Nusantara (AFSN), Selasa (23/8) malam menarik saweran untuk dikirim ke Suharso.


    AFSN melaporkan Suharso ke Polda atas dasar pernyataannya tentang memberi sesuatu kepada kyai dinilai menyakiti perasaan santri serta membangun kesan negatif pada pondok pesantren.


    Pengumpulan saweran dari santri ini dilakukan di Maguwoharjo, Sleman dengan berkeliling membawa kotak dan berhasil mengumpulkan ratusan ribu rupiah.


    "Kita akan mengirim hasil saweran ke Suharso karena kami kasihan tokoh sekelas beliau membahas soal amplop ke kyai," kata kordinator aksi Muhammad Sholeh Basyari dalam rilis, Rabu (24/8) pagi.


    Aksi saweran ini menurut Sholeh sebagai upaya menjaga marwah kyai yang dinilai jauh lebih mulia dibandingkan dari apa yang dikesankan dari pernyataan Suharso.


    Bagi santri, para kyai berperan besar dalam membangun pesantren, lembaga yang tidak bisa dijangkau negara, membangun kampus di daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau kampus negara. 


    "Kontribusi itu tidak terhitung, tidak ternilai. Kalau kemudian demoralisasi dengan meminta amplop, kini kami juga ingin mendemoralisasi Pak Harso,” ungkapnya.


    Pernyataan tentang 'Amplop Kyai' di KPK, dinilai memperlihatkan ketidakpahaman Soharso atas sejarah bangsa dan konstituennya partainya. Kondisi menghadirkan keraguan pada Soharso yang mempresentasikan ketua partai politik berbasis Islam.


    Selasa sore, AFSN datang ke Polda DIY untuk melaporkan Soharso.


    Menurut kuasa hukum AFSN Hidayat, pihaknya melapor ke Polda sebab menilai apa yang dikatakan Suharso tidak sopan, ada klaim pondok pesantren dan santri meminta sesuatu.


    "Ketika dia berkunjung ke pondok pesantren manapun dia harus menyediakan sesuatu, seperti amplop," jelasnya. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close