-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    ACT dan Pertamina Salurkan Bantuan Logistik di Barak Pengungsian

    09/11/20, 18:33 WIB Last Updated 2020-11-09T11:35:01Z


    Sleman, Kabar Jogja - Berlokasi di Lapangan Balai Desa Glagahharjo, Cangkringan, Sleman. Sedikitnya 185 jiwa tengah diungsikan akibat naiknya aktivitas Gunung Merapi sejak Kamis kemarin, Senin (9/11).

    Para pengungsi ini adalah para lansia yang berasal dari Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo. Dimana dusun tersebut merupakan wilayah paling utara yang lokasinya beradius kurang dari 5 kilometer dari puncak merapi.

    Di lokasi pengungsian Glagaharjo ini, para lansia disedikan tempat berupa sekat-sekat kayu triplek dengan luas 2x2 meter untuk tempat tinggal sementara hingga kondisi merapi kembali normal. Para pengungsi ini sudah menempati pengungsian sejak hari sabtu (7/11) sore.

    Selain para Lansia, di pengungsian Glagahharjo ini juga dihuni oleh anak-anak dari balita higga jenjang Sekolah Dasar (SD), tampak sebagian dari mereka bermain untuk mengisi hari-hari mereka.

    Pengungsian merapi ini diprioritasakan untuk para lansia dan anak-anak karena mereka yang paling rentan jikalau suatu saat Gunung Merapi mengalami erupsi atau letusan.

    Di Wilayah Yogyakarta, baru Dusun Kalitengah Lor yang sudah dilakukan evakuasi untuk lansia dan anak-anak, “rencananya jika kondisi merapi tidak lekas membaik Dusun Kalitengah Kidul juga akan dilakukan evakuasi serupa,” ungkap Tri Wiyono, Kepala Desa Glagaharjo, pada Senin (9/11).

    Serta dalam waktu dekat sekitar hampir 300 ternak sapi juga turut di ungsikan di dekat Balai Desa Glagaharjo.

    Untuk orang-orang dewasa, kondisi saat ini masih menempati rumah-rumah mereka untuk menjaga rumah, harga benda, serta merumput untuk menghidupi ternak-ternak mereka.

    Saat ini untuk orang dewasa disekitar lereng merapi sudah dilatih untuk kondisi darurat, seperti siap tanggap ketika terdengar suara sirine darurat, mengetahui jalur dan tempat evakuasi yang aman. “Hal ini karena berkacamata dari letusan besar Gunung Merapi 2010 silam, dimana korban jiwa cukup banyak karena tidak ada persiapan dan minimnya pengetahuan kebencanaan dari masyarakat sekitar lereng Merapi,” tambah Tri Wiyono.

    Pada kesempatan ini Tim dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama PT Pertamina MOR IV, Jateng & DIY turut menyalurkan bantuan berupa paket pangan dan hygine kit untuk dapat mencukupi kebutuhan lansia dan anak-anak di pengungsian Glagahharjo, Sleman.(rls)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close