-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ini yang Disampaikan Mendes Halim di Bantul

    15/08/20, 18:54 WIB Last Updated 2020-08-15T11:54:53Z

    Bantul, Kabar Jogja - Bertahannya ekonomi pedesaan selama pandemi Covid-19 dinilai menjadi momentum membangun ketahanan pangan. Lahan pertanian terpadu Desa Guwosari, Bantul bisa menjadi contoh.


    Hal ini disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat meresmikan lahan pertanian Desa Guwosari, Sabtu (18/8).


    "Saya gembira, ada desa yang dipimpin anak mudah melahirkan inovasi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan," katanya.


    Ditengah fakta dunia pertanian Indonesia jauh dari konsep ketahanan pangan, kehadiran lahan pertanian terpadu yang digagas konsorsium lima desa di Bantul menjadi oase.


    Pasalnya jika nanti menjadi role model dan dikembangkan di banyak desa, Halim yakin kemandirian pangan Indonesia segera terwujud.


    "Meski tidak pernah beruntung, namun kalangan petani di desa bekerja dengan hati. Itulah yang seharusnya kita dukung," jelasnya.


    Dengan majunya dunia pertanian Indonesia, Halim percaya komoditas pangan pokok yang sekarang diimpor sifatnya hanya keinginan. Bukan kebutuhan seperti sekarang.


    Halim menyarankan sebagai langkah menjadikan desa pusat ketahanan pangan. Maka pemerintah desa terlebih dahulu melakukan sensus tentang pangan yang terdiri atas jumlah kebutuhan pangan, siklus tanam dan tingkat produksi.


    Digagas oleh lima desa, Panggungharjo, Guwosari, Wirokerten, Ngestiharjo, dan Sriharjo. Konsorsium lima desa ini bertujuan melahirkan kemandirian desa dengan menjadikan pandemi sebagai momentum.


    Tidak hanya pertanian, kemandirian ekonomi desa juga diterapkan dibidang lain.


    "Kita menyiapkan lahan seluas 5,5 hektar. Nantinya pengelolaan lahan kita serahkan ke BUMDes," kata Kepala Desa Masduki Rahmad.


    Ketua konsorsium Wahyudi Anggoro Hadi, menyatakan sejak berdiri April lalu. Sampai hari PT Pasar Desa Indonesia telah mencapai omzet sebesar Rp945 juta dari 4.000 jenis dan dijajakan di 450 toko.(tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini