• Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pelajar di Jogja Masih Belajar di Rumah

    18/06/20, 12:53 WIB Last Updated 2020-06-18T05:53:49Z


    Yogyakarta  – Penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah pada daerah zona hijau dengan metode tatap muka belum bisa diterapkan di DIY. Keputusan Menteri Pendidikan tersebut belum bisa diterapkan karena  DIY belum menjadi zona hijau.

    Demikian disampaikan Sekda DIY Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, usai melakukan Rakor TAPD, Selasa (16/06) di Bangsal Kepatihan, kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Menurutnya, untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah masih harus melewati serangakian proses yang tidak instan dan harus dipersiapkan matang-matang.

    “Melihat aturan Pak Nadiem (Mendikbud RI), kita tidak masuk. Kan hanya 6% di Indonesia yang zona hijau. Kalau kementrian saja bilang tidak, ya kita jangan memaksakan dan sejak awal kita memang belum akan melakukan itu,” jelas Aji.

    Ditanya lebih lanjut tentang sistem yang akan dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, Aji mengungkapkan Pemda DIY masih menerapkan sistem daring. Hal ini dirasa lebih aman dan telah melalui evaluasi untuk melihat efektivitasnya. Memang menurut Aji sistem pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif, namun bukan berarti sistem daring tidak memiliki keunggulan dan tidak layak diterapkan.

    “Jadi memang daring itu tidak seefektif pada saat tatap muka, tapi sekarang ini arahnya adalah bagaimana belajar daring tapi tetap efektif. Tapi sekarang dinas pendidikan baik provinsi maupun kabupaten fokus pada bagaimana pembelajaran online bisa efektif. Pak Gubernur sudah membuat kebijakan terkait itu,” ungkap Aji.

    Apabila sistem pembelajaran melalui daring sudah biasa dilakukan, pastinya efektifitasnya jauh lebih baik daripada tatap muka.  Jika ditanya mengenai kejenuhan pada para pelajar, Aji mengungkapkan hal itu adalah biasa terjadi. Namun, saat ini semua pihak harus memiliki empati terhadap kondisi yang sedang terjaid. Termasuk para pelajar yang juga harus bisa berempati dengan tetap semangat belajar meskipun secara daring.

    “Saya kira kita maksimalkan dulu metode yang sekarang. Karena untuk tatap muka kan kita masih jadikan sebagai alternatif terakhir. Lagipula kita tidak mau terburu-buru agar tidak membahayakan anak-anak,” ucapnya.

    Simak Videonya..  di Sini
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +