• Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Peternak Ayam di Yogya Merugi, Ini Harapannya ke Pemerintah

    21/04/20, 12:15 WIB Last Updated 2020-04-21T05:20:27Z

    Yogyakarta – Peternak ayam rakyat mendesak agar pemerintah mengeluarkan regulasi untuk menyelamatkan usahanya. Sebab sejak pertengahan 2018 hingga saat ini harga ayam tidak sebanding dengan biaya produksi.

    Bidang Produksi Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) Andriana mengungkapkan harga ayam pedaging jauh di bawah biaya produksi. Yakni kisaran Rp8.500 per kilogram dari peternak sedangkan proses produksinya yang memakan waktu kisaran 35 hari membutuhkan biaya Rp16.500 per kilogram.  

    Andriana mengatakan selain harga ayam hidup di bawah biaya pokok produksi juga ada permasalahan berupa para peternak besar atau pabrik yang menggunakan kandang-kandang modern menjual hasil produksinya ke pasar.

    “Akhirnya over stok. Ditambah lagi sekarang ada pandemi Covid-19 yang membuat jam operasional pasar tradisional dibatasi. Selain itu juga warung-warung makan banyak yang tutup. Otomatis serapan hasil produksi dari peternak rakyat tidak maksimal,” katanya di Lapangan Karang, Kotagede, Kota Yogyakarta pada Selasa (21/4).

    Andriana menyebut kondisi ini dialami oleh para peternak rakyat secara nasional. Yakni mereka yang melakukan produksi ayam dengan jumlah di bawah 10 ribu ekor per periode. “Ini dirasakan oleh peternak rakyat skala nasional. Kalau untuk di Yogyakarta ada sekitar 100 peternak rakyat di bawah Apayo dan hampir semua merasakan ini,” katanya.

    Salah seorang peternak ayam rakyat, Tatak Yudho, 37, mengatakan hal yang sama. “Kami dari peternak rakyat sudah sangat pusing untuk mencari solusi karena jatuhnya harga ayam pedaging. Harapannya supaya dari pemerintah ada regulasi untuk membatasi kandang-kandang modern atau mungkin dari izin usahanya,” katanya.

    Tatak mengatakan para peternak rakyat sampai saat ini pun masih tetap berusaha untuk bertahan. “Situasi sulit tapi untuk gulung tikar belum. Banyak peternak rakyat yang masih memaksakan diri untuk bisa survive masa lebaran nanti,” ucap peternak asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini.(rid/ist)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini