Yogyakarta, Kabar Jogja – Program restorasi tiga sungai yang melintasi Kota Yogyakarta dipaparkan sebagai upaya untuk memulihkan lingkungan dan menambah ruang untuk peningkatan ekonomi.
Dimulai sejak 24 Agustus lalu, Pemkot Yogyakarta bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memulai kegiatan restorasi Sungai Code, Winongo dan Gajah Wong.
Menggunakan alat berat, normalisasi sungai dimulai dengan pengerukan dasar sungai yang mengalami pendangkalan.
“Saya melihat apa yang dilakukan lewat program restorasi sungai oleh Walikota Hasto Wardoyo merupakan strategis bagus bagi upaya jalankan reresik Jogja dan penataan kawasan bantaran sungai menjadi lebih tertata nan asri,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto pada Rabu (27/8).
Eko menyatakan keberadaan tiga sungai yang membelah Kota Yogyakarta sangatlah strategis fungsinya bagi masyarakat. Saat sungai sungai bersih kondisi bersih dan terpelihara kawasan bantaran sungai ke depan, tak hanya sebagai upaya pelestarian kawasan lingkungan.
“Namun juga bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik dan bertumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi termasuk sungai sebagai destinasi wisata,” papar Eko yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.
Lewat rilis, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan program restorasi ketiga sungai ini merupakan lanjutan dari ‘Gerakan Bersih Sungai’ yang serentak dilaksanakan pada 6 Juli silam.
“Inisiatif ini bertujuan mengatasi masalah utama yang dihadapi sungai-sungai di Kota Yogya yaitu pendangkalan akibat sedimentasi sehingga aliran air terganggu. Kondisi ini jika dibiarkan akan menurunkan kualitas air dan merusak ekosistem sungai. Karena itu, perlu dilakukan pengerukan secara terukur menggunakan alat berat,” jelasnya.
Pengerukan di Sungai Code akan mencakup sepanjang 2 kilometer, sementara di Sungai Gajahwong sejauh 500 meter, dan di Sungai Winongo antara 500 meter hingga satu kilometer.
Material hasil pengerukan, yang terdiri dari lumpur, pasir, batu, dan berbagai endapan lainnya, tidak akan dibuang begitu saja. Material-material ini akan dibawa ke lahan-lahan milik Pemkot Yogyakarta.
Selanjutnya, material tersebut akan dimanfaatkan untuk keperluan umum, seperti menguruk atau meninggikan lahan-lahan milik pemerintah yang belum berfungsi agar bisa dimanfaatkan secara optimal.
Hasto sangat optimistis jika aliran Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong kembali bersih, lancar, dan sehat, maka sungai dapat memberikan manfaat luas bagi warga. Dirinya meminta masyarakat untuk berpartisipasi di program ini.
“Bila aliran tiga sungai ini terjaga kebersihannya, tidak hanya ekosistem yang pulih, tetapi juga bisa mendongkrak daya tarik pariwisata Kota Yogya. Sungai bisa menjadi ruang hidup yang indah sekaligus daya tarik wisata baru bagi masyarakat dan wisatawan,” ungkapnya. (Tio)