-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Macapat Senja Ketiga, Berinovasi Pikat Anak Muda Nguri-nguri Kebudayaan

    07/05/24, 22:02 WIB Last Updated 2024-05-07T15:02:37Z

    Yogyakarta, Kabar Jogja – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta kembali menggelar ‘Macapat Senja’ pada Selasa (7/5) sore di Umbul Giwangan, Umbulharjo. Memasuki tahun ketiganya, Macapat Senja disajikan dengan inovasi baru untuk menarik minat generasi muda.


    Kepala Disbud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, program Macapat Senja ini memiliki tujuan yang sama yaitu melestarikan tradisi macapat langsung ke generasi muda Yogyakarta.


    “Tahun ini kami berkolaborasi dengan komunitas Macapat Project. Ini menjadi simbol sinergi yang harmonis menjaga ikatan antara sejarah dan masa kini, antara tradisi dan inovasi,” terangnya dalam sambutan.


    Keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian olah karya kebudayaan ini menghasilkan macapat sebagai tembang-tembang yang tidak lagi menggambarkan masa lalu. Tetapi menjadi refleksi hidup yang menangkap esensi zaman modern dengan cemerlang.


    “Keindahan dan kekuatan budaya macapat, memberikan panggung bagi kreativitas dan inovasi anak muda Yogyakarta. komunitas Macapat Project menjadi simbol sinergi yang harmonis untuk menjaga ikatan antara sejarah dan masa kini, antara tradisi dan inovasi” ucapnya.


    Di ajang ini, anak-anak muda diajak berperan berperan aktif memelihara keberlangsungan budaya seni macapat. Yetti menyebut macapat memiliki kandungan nilai yang harus terus dilestarikan.


    “Sehingga anak muda itu diharapkan mampu menjadi pionir, penggali, dan penerus, yang membawa bendera kebesaran budaya ke masa depan yang gemilang,” paparnya.


    Penggiat Macapat Project, Danang Rusmandoko menambahkan ada 25 anak muda yang dilibatkan dalam pentas Macapat Senja.


    Mereka tampil dengan membawakan tembang berkonsep panembrama dengan tembang Kinanthi Gandamastuti, dilanjutkan tembang Sekar Mijil Wedharingtyas, Sekar Asmaradana, dan tembang Gugur Gunung yang diiringi oleh koreografi tarian dan alunan gamelan.


    “Penampilan macapat yang dihadirkan kali ini dengan inovasi dan disesuaikan dengan generasi muda agar mereka tertarik untuk mempelajarinya,” kata Danang.


    Sebagai upaya melestarikan kebudayaan atau nguri-nguri, Danang menjelaskan isi macapat yang dibawakan tidak mengambil dari panduan buku yang ada, tetapi menyesuaikan tema. Sehingga anak-anak sekalian belajar sejarah. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close