-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    22 Pelukis Ramaikan Hari Wayang Sedunia di Bandara Internasional Yogyakarta

    09/11/21, 10:18 WIB Last Updated 2021-11-09T03:18:14Z


    Kulon Progo, Kabar Jogja - Dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 November, sejumlah seniman Kulon Progo dan Yogyakarta gelar melukis tokoh wayang bersama, di Kawasan Tugu Malioboro (KTM) Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Minggu, (7/11/2021).


    Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo Drs. H Sutedjo, Kapolres Kulon Progo AKBP Muharomah Fajarini, SH, SIK.


    Taufik Ridwan direktur Dini Art production selaku penyelenggara disela-sela acara menyampaikan kegiatan berkarya seni bersama di lorong KTM YIA merupakan rangkaian dari pameran wayang dalam rangka menyambut Hari Wayang Sedunia yang digelar sejak 16 Oktober yang lalu dan akan berakhir pada 15 November yang akan datang .


    "Selain memperingati hari Wayang Sedunia, ini juga merupakan upaya kita di era pandemi membantu seniman yang tidak bisa leluasa berkarya, dengan konsep menghadirkan karya seni di keramaian dengan harapan masyarakat nantinya bisa mengapresiasi serta mengoleksinya karya itu," kata Taufik.


    Ditambahkan Taufik ada sekitar 22 seniman di wilayah Yogyakarta yang berpartisipasi.

    Menurutnya kegiatan ini juga untuk memberikan warna di bandara, YIA diharapkan harus menampakkan nilai-nilai budaya yang melekat sehingga nantinya setiap bulan akan ditampilkan tema maupun karya-karya seni yang berbeda. Menurutnya masih banyak karya seni anak bangsa yang harus diapresiasi oleh masyarakat.


    Sementara itu, Bupati Kulon Progo Drs. H Sutedjo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pameran wayang maupun melukis wayang di YIA. Menurutnya selain untuk meramaikan KTM pameran wayang tersebut juga bagian dari upaya memelihara dan membina seni budaya. "Budaya adalah jati diri bangsa, ini merupakan wujud nyata kita untuk tetap memelihara dan membina eksistensi budaya bangsa kita sendiri," katanya.


    Terkait eksistensi wayang di Kulon Progo, Sutedjo menjelaskan bahwa Pemkab Kulon Progo terus mendukung kesenian wayang di Kulon Progo. Salah satunya setiap tahun Kulon Progo mengadakan lomba dalang cilik sebagai upaya mempertahankan dan mengembangkan seni wayang.


    Selain itu Sutedjo juga berharap kedepan pertunjukan wayang bisa digelar secara umum atau terbuka nantinya apabila level PPKM sudah turun menjadi level 1 atau bahkan tidak ada lagi. Selain untuk mengeksiskan pelaku seni wayang, hal tersebut juga sebagai upaya menggeliatkan ekonomi masyarakat karena dalam pertunjukan wayang banyak juga pelaku usaha lain yang ada didalamnya seperti pedagang kuliner, cinderamata dan lainnya.


    "Sesungguhnya wayang ini bisa ikut menggeliatkan roda ekonomi, asalkan kita mampu mempertahankan atau menurunkan kiranya hingga level satu atau bahkan sudah menjadi zona hijau tidak masuk PPKM, kita harus terus berjuang hingga nantinya bisa lebih leluasa lagi aturan PPKMnya," pungkas Sutedjo. (rls)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini