-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tokopedia, CCFI, dan ASPPUK Kerja Sama Dorong UMKM Lebih Berkembang

    08/09/20, 20:45 WIB Last Updated 2020-09-08T13:46:56Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja - Tokopedia bersama Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) serta Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil-Mikro (ASPPUK), menghadirkan program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) lokal khususnya UMKM perempuan dan difabel. Program ini diharapkan bisa mendorong kaum perempuan dan difabel pelaku UMKM semakin maju dan berkembang.

    Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menyatakan melalui CCFI, yayasan yang berdiri 8 Agustus 2000, pihaknya berkomitmen mendorong para pelaku UMKM khususnya perempuan dan difabel tumbuh, maju dan berkembang.

    “Kami mendorong kerja sama dan bermitra. Kami tidak bisa melakukan sendiri, perlu partner,” ungkap Triyono pada acara Virtual Press Conference: Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif, Selasa (8/9). 

    VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan, Tokpedia sudah sekitar sebelas tahun berdiri dan menjadi rumah hampir 9 juta pelaku usaha. Pada masa pandemi Covid-19 para pelaku usaha yang bergabung bertambah jumlahnya hampir mencapai 2 juta. “Kami ingin terus kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mempermudah kehidupan masyarakat,” katanya.

    Nuraini mengatakan, hampir 89 persen kecamatan di seluruh Indonesia sudah tersentuh Tokopedia. Terdapat tidak kurang 100 juta pengguna aktif setiap bulannya, bahkan satu dari tiga penduduk Indonesia memiliki akses ke aplikasi tersebut. Ia menyambut baik kolaborasi dengan CCFI maupun ASPPUK mengingat sukses tidak mungkin diraih sendirian. “Harapannya di tengah pandemi UMKM dapat lebih mandiri,” katanya. 

    Nuraini berkata, sebelum pandemi Covid-19 mungkin belum banyak kenal marketing secara online. Pegiat UMKM diyakininya memiliki survival skil yang luar biasa. “Melalui online bisa lebih mudah dan beradaptasi cepat, tidak hanya bertahan di pandemi tapi lebih baik juga usahanya,” ucapnya.


    Sementara, Deputy Director Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK), Mohammad Firdaus mengatakan, program ini sangat diidamkan bagi perempuan penguasa mikro. “Ini yang diidamkan pengusaha mikro. Program ini seperti memberi berkah ibu-ibu pengusaha mikro masuk pemasaran online. Aapalagi masa pandemi ini,” katanya.


    Firdaus berharap kerja sama ini bisa membuka inspirasi, semangat dan peta cakrawala kaum ibu. Menurutnya, berjualan online tidak sulit asalkan mau berusaha. “Teman-teman difabel ternyata juga bisa. Ini seperti membuka kotak pandora,” katanya.


    Program pendampingan yang dimulai sejak 2019 itu baru dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY.  “Kami semacam ada assesment, kami tanya dulu mau tidak. Kemudian kami screening, misal kesiapan daerah, ada jaringan atau tidak, teknologi ada apa tidak, produk ada apa tidak,” ucapnya.  


    Salah seorang perempuan difabel yang mengikuti program ini, Rofitasari Rahayu dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membagikan kisah suksesnya. Ia yang selama ini memproduksi wayang sada (lidi) menyebut terbantu ketika ingin lebih mendalami srategi pemasaran


    “Karena program ini sangat membantu sekali. Saya ingin belajar startegi pemasaran, supaya wayang sada ini bisa dikenal di seluruh Indonesia dan mengenalkan budaya juga,” ucapnya.(dho)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +