-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sukses di Jakarta, World Press Photo 2023 Kunjungi Yogyakarta

    13/10/23, 19:22 WIB Last Updated 2023-10-13T12:22:27Z

    Bantul, Kabar Jogja – Berhasil menyedot perhatian lebih dari tujuh ribu orang pengunjung saat diselenggarakan di Jakarta selama September lalu. Pameran World Press Photo 2023 selama Oktober ini diselenggarakan di Yogyakarta.


    Berlangsung mulai 1-23 Oktober, pameran 30 foto pemerang terbaik dipajang di Pendhapa Art Space Jalan Lingkar Selatan, Tegal Krapyak Panggungharjo, Sewon Bantul.


    Ketua Juri global Brent Lewis, dirilis Jumat (13/10), menerangkan pemenang global Kontes World Press Photo 2023 menyoroti krisis iklim, komunitas, dampak perang terhadap warga sipil, dan pentingnya foto jurnalistik di seluruh dunia.


    “Keempat pemenang global mewakili foto dan kisah terbaik dari topik-topik terpenting dan yang paling mendesak di 2022. Mereka membantu meneruskan tradisi tentang apa yang dapat dilakukan dengan fotografi, dan bagaimana fotografi membantu kita untuk melihat universalitas kondisi manusia,” ujarnya.


    Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns mengungkapkan World Press Photo adalah salah satu pameran foto jurnalistik dan foto dokumenter paling terkenal di seluruh dunia.


    “Ini menjadi ruang penghubung dunia dengan kisah-kisah penting. Karya pemenang mengajak penonton keluar dari siklus berita dan berpikir kritis tentang tema-tema penting di dunia,” jelasnya.


    Menurutnya setiap foto  yang dipamerkan merupakan hasil dari dedikasi, keberanian, dan komitmen akan kebenaran. Dirinya melihat tantangan yang dihadapi jurnalis dan fotografer membuat mereka berani mempertaruhkan keselamatan, kebebasan untuk mengabadikan momen-momen yang membentuk pemahaman tentang dunia.


    Untuk edisi ke-66, lebih dari 60.000 karya dikirimkan oleh 3.752 fotografer dari 127 negara. Menghasilkan 24 pemenang regional dan enam penghargaan kehormatan meliputi kisah-kisah dari garis depan konflik, budaya, identitas, migrasi, kenangan masa lalu yang hilang, dan kilasan masa depan yang jauh maupun dekat.


    Ada enam wilayah dalam model kontes baru -Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara dan Oceania. Hasil karya dinilai juri masing-masing wilayah terdiri dari lima pekerja profesional dengan keahlian yang beragam. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close