-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    NU DIY Siapkan 12 Ponpes di Proyek Penanganan Sampah Mandiri

    02/07/23, 14:06 WIB Last Updated 2023-07-02T07:06:50Z

    Bantul, Kabar Jogja - Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PW NU) Daerah Istimewa Yogyakarta, Zuhdi Muhdlor, resmi meminta 12 pondok pesantren (Ponpes) yang memiliki ribuan santri sebagai proyek percontohan penanganan dan pengelolaan sampah mandiri. 


    Selain dari Sleman, Bantul, Gunungkidul. Ponpes yang dilibatkan berasal dari Jepara, Cirebon dan Madura.


    "Ini merupakan kontribusi NU yang selama ini lebih banyak mengurus masalah keagamaan dibandingkan persoalan sosial masyarakat. Kita tidak hanya ingin terlibat secara teknis, namun juga berkampanye untuk mengubah paradigma sampah," katanya Minggu (2/7).


    Sebagai langkah awal kontribusi NU, di acara 'Jagongan Sampah' yang digelar Pemdes Panggungharjo, Sewon. PW NU DIY memastikan kerjasama dengan TPS3R Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS) Panggungharjo.


    Diharapkan, nantinya sampah yang dihasilkan di lingkungan Ponpes bisa diolah agar tidak keluar dan sebisa mungkin dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi.


    "Satu Ponpes di Sumenep, Jawa Timur telah berhasil mengelola sampah mandiri dan ini menjadi contoh nasional," katanya.


    Kedepan, sebagai upaya mengkampanyekan hidup bersih dan bebas sampah. PW NU DIY akan menyelipkan pesan-pesan penangganan sampah mandiri ke masyarakat melalui khotbah-khotbah Jumat.


    Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggara Hadi menyatakan 'Jagongan Sampah', diharapkan memberikan pemetaan masalah sampah dan potensi pengelolaan sampah, serta merumuskan usulan perbaikan kebijakan pengelolaan sampah. 


    "Ini akan menjadi wadah bagi kolaborasi antar-aktor dan lembaga dalam upaya mengelola sampah secara terintegrasi di wilayah tersebut," jelasnya.


    Juga akan dibahas isu-isu krusial terkait sampah, termasuk tingkat produksi sampah yang tinggi, keterbatasan tempat pembuangan akhir (TPA), dan perluasan penggunaan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan.


    Selain itu, juga akan diidentifikasi hambatan dan tantangan dalam pengelolaan sampah serta menyusun usulan perbaikan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif.


    “Jagongan Sampah menjadi momentum membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengatasi masalah sampah,” katanya. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close