-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pesan Gubernur DIY Sri Sultan HB X Kepada Tiga Bupati Baru

    26/02/21, 19:01 WIB Last Updated 2021-02-26T12:01:40Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Bantul, dan Gunungkidul hasil Pilkada Serentak tahun 2020 pada Jumat (26/02). Pada prosesi ppelantikan di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta ini juga dilakukan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas.


    Gubernur DIY dalam sambutannya mengatakan, pelantikan, sumpah jabatan dan pakta integritas yang telah dinyatakan sah tersebut juga bermakna, Pemerintah Kabupaten harus mengikuti kebijakan Presiden melalui Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat yang ada di daerah.


    “Terlebih lagi dengan status keistimewaan DIY, secara lex-specialis selayaknya lebih mengukuhkan koordinasi kebijakan dengan Pemda DIY. Koordinasi dan sinergi bukan berorientasi kekuasan, tetapi pada keterpaduan program, agar pelaksanaannya memiliki daya-guna dan hasil-guna yang optimal bagi masyarakat,” ungkap Sri Sultan.


    Menurut Sri Sultan, dalam konteks DIY, lebih pada penegakan keistimewaan DIY menuju kesejahteraan rakyat yang berkualitas. Untuk itu, para Bupati/Wakil Bupati harus cerdik mengatur skala prioritas, agar program-programnya bermanfaat bagi masyarakat.


    Sri Sultan menuturkan, Bupati harus menjadikan Forkopimda ikatan collective leadership yang berkualitas negarawan. Selain itu, harus bisa membuka dialog personal dengan kandidat lain, untuk mengadopsi dan mengadaptasi program-programnya yang bermanfaat bagi segenap rakyat.


    “Penggunaan simbol-simbol budaya dan pendayagunaan simpul-simpul komunikasi secara kreatif perlu lebih dikembangkan. Dengan demikian, bisa menghilangkan sekat-sekat sosial guna memperkuat kembali kohesi sosial, bakda pesta demokrasi usai,” kata Sri Sultan.


    Sri Sultan pun berpesan, dalam menjalankan awal pemerintahan, para Bupati/Wakil Bupati bisa segera membelanjakan APBD dan Danais tahun anggaran 2021. Tujuannya agar ekonomi masyarakat mulai pulih untuk segera bangkit pasca vaksinasi nasional.


    “Yang mana merupakan program simultan penanganan CoViD-19 dan pemulihan ekonomi daerah, melalui kebijakan pemberdayaan UMKM dan penyusunan Daftar Prioritas Investasi Daerah dengan cara-cara yang ekstra ordiner dalam situasi darurat CoViD-19 saat ini,” imbuh Sri Sultan.


    Selain itu, Sri Sultan berharap, agar semua elemen pemerintahan dan masyarakat membantu Bupati/Wakil Bupati dalam melaksanakan agenda pembangunan. Sehingga partisipasi dan kerja sama sinergis yang dijalankan memberi jaminan rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat.


    “Saya percaya saudara semua dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Akhir kata, kepada tiga pasangan Bupati/Wakil Bupati, selamat bekerja dan mengabdi termasuk untuk mengatasi CoViD-19 dan dampaknya dengan mensosialisaikan vaksinasi,” kata Sri Sultan.


    Para pejabat yang dilantik hari ini ialah Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa; Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo; serta Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dan Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto.


    Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Mendagri RI Nomor 131.34-269 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Daerah Istimewa Yogyakarta.


    Ditemui usai pelantikan, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, dalam upaya penanganan CoViD-19 ke depannya, ia akan memperbanyak shelter sampai di level desa. Selanjutnya, seperti arahan Gubernur DIY, di tiap dusun akan dibentuk Satuan Perlindungan Masyarakat  (Satlinmas) dan komunitas relawan untuk turut secara aktif melakukan promosi dan preventif terkait CoViD-19.


    “Mereka nantinya yang akan secara terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat. Jadi setiap dusun dan desa nanti ada relawan CoViD-19. Kita juga akan punya standar penanganan CoViD-19, termasuk upaya tracing untuk menghindari adanya penyebaran lebih luas lagi,” imbuhnya.


    Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengungkapkan, ia akan mendorong Gunungkidul melakukan pengentasan kemiskinan. Ia pun akan mulai melakukan inventarisasi terkait prioritas pembangunan demi memakmurkan masyarakat Gunungkidul.(rls)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini