-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Awan Panas Merapi Teramati Meluncur 1,5 Kilometer

    16/01/21, 17:29 WIB Last Updated 2021-01-16T10:29:58Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja – Gunung Merapi teramati mengeluarkan awan panas pada Sabtu (16/1) pukul 04.00 WIB dengan durasi 150 detik, dan tinggi asap 500 meter. Sedangkan untuk jarak luncurnya 1,5 kilometer mengarah ke Sungai Boyong.

    Kepala Seksi Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso mengatakan awan panas ini sudah yang ketujuh kalinya selama fase erupsi Merapi 2021 yang terhitung sejak 4 Januari lalu.

    “Awan panas ini yang terjauh, sejauh ini. Saat itu tidak teramatasi ujung awan panas, tapi dari durasi kami perkirakan menjangkau 1,5 kilometer,” katanya, Sabtu (16/1).

    Agus mengatakan, pengamatan selama beberapa waktu belakangan Gunung Merapi saat ini mengalami penurunan aktivitas kegempaan dan deformasi yang cukup drastis. Menurutnya penurunan itu sudah terjadi sejak Jumat (1/1) lalu.

    “Per 11 dan 12 Januari anjlok. Laju deformasi tadinya yang paling tinggi 21 centimeter per hari, turun sudah menjadi dua centimeter per hari. Sebelum-sebelumnya jumlah gempa internal per hari sampai ratusan. Sedangkan kemarin, gempa internal 27 kali per hari,” katanya.

    Agus mengatakan kondisi ini mengarah pada kesimpulan probabilitas erupsi efusif lebih dominan yakni erupsi efusif sebesar 40 persen melampaui probabilitas yang lain seperti eksplosif.

    “Erupsi mengarah ke barat daya. Sangat berbeda dengan rekomendasi sebelumnya yang ternyata deformasi besar di barat laut dan seismitas sangat tinggi,. Adanya perbedaan ini potensi bahaya bergeser dan rekomendasi kami perlu disesuaikan,” katanya.

    Menurut Agus, fase erupsi Merapi 2021 sudah dimulai sejak 4 Januari lalu. Kubah lava 2021 teramati berada di sekitar tebing lava 1997. Kubah lava ini berukuran 46.766 meter kubik dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 meter kubik per hari.

    Agus mengatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer. Selain itu juga masih ada kemungkinan letusan eksplosif dengan lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau maksimal tiga kilometer dari puncak.(dho)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini