• Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    WMP Yogyakarta Menghentikan Rekrutmen Penderita Dengue

    12/06/20, 19:11 WIB Last Updated 2020-06-12T12:11:05Z


    Yogyakarta - World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, sejak tahun 2017 telah melakukan kegiatan penelitian pengendalian demam berdarah dengan nama AWED (Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue) di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini didahului dengan peletakan ember berisi telur dan diikuti dengan melakukan rekrutmen pasien suspek Dengue di 18 Puskesmas di Kota Yogyakarta dan Puskesmas Sewon 2, Bantul.

    Proses rekrutmen pasien tersebut telah dihentikan sejak tanggal 18 Maret 2020. Selanjutnya, WMP Yogyakarta melakukan analisis dampak intervensi Aedes aegypti ber-Wolbachia terhadap angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian AWED yang diharapkan dapat kami sampaikan pada akhir tahun ini akan melengkapi bukti efektivitas teknologi Wolbachia yang telah dihasilkan dari penelitian quasi eksperimen sebelumnya.

    Apabila penelitian AWED menunjukkan hasil yang positif, WMP Yogyakarta akan melakukan advokasi teknologi Wolbachia sebagai strategi pelengkap program pengendalian demam berdarah di Indonesia.

    Harapannya, Wolbachia akan meningkatkan efektivitas strategi yang sudah berjalan seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus (menutup, menguras, mengubur, dan ikanisasi) dalam pengendalian dengue di Indonesia.

    Penghentian secara resmi rekrutmen pasien, menurut Peneliti WMP Yogyakarta dr. Riris Andono Ahmad, karena jumlah partisipan yang diperlukan dalam penelitian ini telah memadai untuk keperluan analisis.

    Disamping itu pandemi COVID-19 mempengaruhi proses rekrutmen pasien. “Keputusan penghentian rekrutmen pasien juga sudah mendapatkan persetujuan dari Trial Steering Committee studi AWED,” papar dokter yang biasa disapa Donnie ini.

    WMP Yogyakarta mulai meletakkan telur nyamuk ber-Wolbachia sejak Maret 2017 selama kurun 6-8 bulan. Kemudian proses rekrutmen pasien dilakukan sejak bulan November 2017. WMP Yogyakarta menempatkan perawat penelitinya di 18 Puskesmas di Kota Yogyakarta dan Puskesmas Sewon 2, Bantul.

    Hingga rekrutmen dihentikan, tercatat sebanyak 8.173 partisipan telah terlibat di dalam studi, dengan 396 pasien terkonfirmasi sebagai kasus Dengue.

    Dalam kesempatan itu, Donnie juga mengapresiasi besarnya peran dan dukungan pemerintah serta masyarakat dalam mensukseskan pelaksanaan studi AWED. “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penelitian ini. Kami berharap nyamuk ber-Wolbachia memberi dampak positif terhadap penurunan kasus DBD di Kota Yogyakarta,” tutup Donnie.(rls)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +