-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dekranasda Bantul Targetkan Produk Olahan Kelapa Pajangan Jadi Unggulan

    01/05/24, 08:51 WIB Last Updated 2024-05-01T01:51:53Z

    Bantul, Kabar Jogja – Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Dwi Pudyaningsih Joko Purnomo menargetkan produk olahan kelapa di sentra gula merah Padukuhan Butuh, Desa Triwidadi, Pajangan menjadi produk unggulan Bantul.


    Hal ini disampaikan Dwi, yang juga menjabat Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Bantul saat melakukan kunjungan ke Kelompok Tani ‘Ngudi Mulyo’ Dusun Butuh Kidul, Selasa (30/4).


    “Saya sering keliling Pajangan, terutama mendampingi Bapak (Wabup Joko Purnomo) keliling dan menyapa warga. Namun baru kali ini ke sini dan tahu ternyata ada sentra pembuatan gula merah kelapa,” katanya.


    Melihat proses produksi yang masih tradisional, Dwi menyatakan sebenarnya usaha ini memiliki peluang untuk lebih dibesarkan lagi terutama dari capaian pemasaran produk. Dengan diversifikasi produk, Dwi meyakini produk yang dihasilkan nantinya tak hanya dipasarkan di Yogyakarta saja namun juga sampai luar.


    Melihat peluang ini, Dekranasda berkeinginan untuk memberikan pendampingan dan pemberian pelatihan, dengan melibatkan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), khususnya dalam hal pengemasan produk agar lebih menarik serta menjadi salah satu produk unggulan Bantul.


    “Target kita usaha ini akan menjadi satu peluang yang nantinya berkembang sehingga memberikan manfaat ekonomi yang nantinya akan menekan angka kemiskinan,” terangnya.


    Saat ini di sentra pembuatan gula kelapa Pajangan yang tersebar di Dusun Butuh Lor dan Butuh Kidul, perajin sudah melakukan diversifikasi produk. Jika dulunya hanya mengandalkan olahan nira kelapa menjadi gula Jawa merah sebagai produk andalan.


    Sekarang mereka menyediakan lira kelapa yang disajikan mentah dan matang siap konsumsi yang sering disebut Legen.


    “Permintaan legen ini awalnya dari para pengepul. Karena banyaknya permintaan itu, kami kemudian menyediakan produk legen mentah dan matang siap minum yang dikemas dalam botol 330 mililiter seharga Rp5 ribu,” kata perajin senior Imronah.


    Menurutnya produk yang dihasilkan di pedukuhan Butuh ini masih memiliki pasar karena bahan bakunya berbeda dengan daerah lainnya. Hasil sadapan nira kelapa di dukuh ini lebih manis, sehingga dinamakan lira yang mengandung madu.


    Selain gula Jawa merah dan legen, produk turunan yang dihasilkan oleh para perajin masih banyak yang lain seperti gula semut, gula jahe maupun produk jadi berupa dodol.


    “Tahun lalu, tim Pemkab Bantul mengajak wartawan meliput ke sini. Alhamdulilah, dari pemberitaan yang dibuat kami mengalami peningkatkan penjualan,” tutur Imronah. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close