-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dari Pupuk Sampai Tim Uji Tanah, Pupuk Kaltim Terus Perkuat Ketahanan Pangan

    29/04/24, 19:21 WIB Last Updated 2024-04-29T12:21:11Z

    Yogyakarta, Kabar Jogja – Sebagai upaya memperkuat posisi dalam mendorong penguatan ketahanan pangan dan sektor pertanian nasional, PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan inovasi dalam berbagai produknya maupun program pendukung.


    Pendampingan ke petani bertujuan meningkatkan pemahaman mereka terkait penggunaan pupuk yang tepat dan sesuai karakteristik lahan. Khususnya tanaman pangan yang menjadi komoditas nasional seperti padi.


    Salah satu keberhasilan pendampingan seperti ditunjukkan saat panen raya periode Oktober 2023 - Maret 2024 di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat belum lama ini.


    VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim, Indah Febrianty, dalam rilis Jumat tertanggal 26 April menyatakan inovasi yang dilakukan perusahaan sebagai komitmen menjadi solusi agroindustri bagi petani di Indonesia.


    "Kehadiran perkenalan produk unggulan Pupuk Kaltim kepada masyarakat, agar mendorong produktivitas tanaman secara maksimal. Sebab produk Pupuk Kaltim terbukti sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman dengan karakteristik lahan berbeda,” tulis Indah dilansir Senin (29/4).


    Tak hanya itu, berbagai gelar diskusi, seminar maupun pertemuan langsung dengan petani di seluruh Indonesia sebagai bentuk dukungan perusahaan dalam peningkatan produktivitas hasil secara maksimal.


    Seiring makin dikenalnya produk Pupuk Kaltim, para petani pun diharap bisa menerapkan pola pemupukan yang sesuai pada berbagai jenis komoditas, sekaligus memastikan kandungan unsur hara dalam tanah terjaga dengan baik.


    Pupuk Kaltim saat ini telah memproduksi beragam formula NPK Pelangi untuk kebutuhan tanaman, mulai dari 20-10-10 dan 30-6-8 untuk tanaman pangan. Lalu komposisi 15-15-15 dan 16-16-16 untuk tanaman hortikultura, serta NPK Pelangi 15-15-6-4, 12-12-17-2 dan 13-6-27-4 untuk perkebunan.


    Selain itu, juga ada produk andalan terbaru NPK Pelangi JOS, yang merupakan inovasi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggabungkan fungsi pupuk kimia dengan pupuk hayati dalam satu produk.


    “Kami terus aktif memberikan pendampingan untuk pemilihan pupuk yang tepat dan berkualitas. Kami juga mengenalkan tata cara pemupukan dan komposisi yang tepat untuk komoditas padi, sehingga petani bisa menerapkan pola yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan lahan,” lanjut Indah.


    Pupuk Kaltim juga melibatkan tim ahli dan tenaga penjualan yang siap memberikan informasi hingga konsultasi kepada petani. Sehingga segala kendala yang dihadapi dalam sektor pertanian bisa ditangani dengan tepat.


    Tak hanya itu, di setiap daerah terdapat tenaga agronomis yang siap mendampingi selama budidaya pertanian, serta tim Mobil Uji Tanah yang menjadi layanan perusahaan untuk mendukung kelangsungan daya dukung lahan.


    Khusus di Mamuju, Pupuk Kaltim sebelumnya menyasar pengembangan produktivitas sawit melalui edukasi bagi pelaku perkebunan, mengingat sektor ini juga menjadi salah satu andalan yang dikelola petani setempat. 


    Dimana total luasan lahan yang mencapai 36.159 hektar (Ha), dinilai potensial digarap dengan peningkatan hasil lebih signifikan.


    Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, mengapresiasi kehadiran dan dukungan Pupuk Kaltim mengingat sektor pertanian dan perkebunan merupakan komoditas utama petani di wilayahnya.


    “Panen raya padi ini adalah penanda bangkitnya petani setelah musim kemarau sejak pertengahan 2023 akibat dampak El Nino,” terangnya.


    Saat itu petani mengalami penurunan hasil produksi yang sangat drastis, dari biasanya 9 ton per hektar (Ha) menjadi hanya 6-7 ton/Ha. Akibatnya, harga jual beras di pasaran pun mengalami lonjakan dengan cukup signifikan. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close