-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Keterlibatan Masyarakat Sangat Penting di Konsep Pariwisata Berkelanjutan

    28/01/24, 14:57 WIB Last Updated 2024-01-28T07:57:48Z

    Yogyakarta, Kabar Jogja - Pembangunan industri pariwisata, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan nasional umumnya, tidak bisa dipisahkan dengan partisipasi masyarakat. Masyarakat tidak lagi ditempatkan sebagai obyek, namun ditempatkan sebagai subyek pengembangan pariwisata itu sendiri.


    Menurut Caleg Partai Demokrat untuk DPR RI Dapil DIY, Prima Sari, keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan berbagai obyek wisata ini sejalah dengan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism).


    “Pariwisata berlanjutan adalah konsep berwisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang. Keterlibatan masayarakat dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata menghadirkan rasa memiliki serta turut memelihara potensi pariwisata di daerahnya,” papar Prima dalam rilis, Minggu (28/1).


    Prima menegaskan keterlibatan masyarakat idelanya harus dibarengi dengan kepemilikan atas pengetahuan fenomena alam dan budaya yang ada di sekitarnya. 


    Sehingga pemahaman masyarakat ini mampu mendorong kehadiran proyek infrastruktur, pengembangan atraksi wisata, meningkatkan kualitas amenitas, memperkuat promosi wisata, dan terus mendorong investasi.


    “Karena pariwisata merupakan produk hospitallity, maka modal keramahan secara otomatis masayrakat menjadi daya dukung yang utama. Ketika semua kebijakan dan keseimbangan berjalan, maka diikuti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.


    Dalam keterlibatannya, masyarakat secara otomatis terlibat aktif terutama dalam hal kebersihan, penyediaan kedai-kedai dengan hygiene food, pengelolaan sampah, ketertiban umum, dan lain-lain.


    Khusus di DIY, menurut Prima Sari, masayrakatnya sudah memahami tentang pengelolaan pariwisata yang sesuai dengan kondisi alam dan budayanya. Sehingga mereka mampu menyesusaikan dengan menghadirkan penciptaan wahana seperti wisata sehat, eduwisata wisata yang berbasis pendidikan, outbond, glamping, wisata pertanian, wisata kuliner, sarana kesehatan yang cukup memadahi, dan sebagainya.


    “Pariwisata Yogyakarta sudah menjadi primadona para wisatawan ini harus terus dikembangkan menjadi pariwisata berkenjutan. Dengan daya keterjangkuan yang lebih muda dengan berbagai sarana transportasi, diprediksikan jumlah wisatawan terus meningkat,” jelasnya.


    Untuk mendukung hal itu semua kiranya pemerintah daerah terus dan gencar menerapkan clean desk policy, seperti adanya larangan merokok dn membuang sampah sembarangan di tempat-tempat wisata, seperti Malioboro, Kraton, kawasan cagar budaya  dan tempat-tempat yang lainnya.


    Sebagai destinasi kedua setelah Bali, Yogyakarta sangat potensial baik dari sisi wisata budaya maupun alam. Untuk itu  pengembangan pariwisata tidak mengeksploitasi sumber daya lingkungan secara masif, melainkan dapat terus berkesinambungan hingga ke generasi-generasi selanjutnya. 


    Pemenuhan kebutuhan wisatawan yang maksimal tanpa mengabaikan kepentingan destinasi dan masa depan lingkungan sekitar. Dengan demikian, alam, lingkungan hidup dan kelestariannya penting untuk diperhatikan secara penuh dan mendapat perlindungan agar keanekaragaman hayati tetap terjaga. Demikian juga pada wisata budaya dan belanja.


    “Dampak positifnya keberhasilan pengembangan pariwisata berlanjutan adalah memperluas lapangan kerja, memperbesar kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan, terpeliharanya kebudayaan setempat, dan dikenalnya kebudayaan setempat,” ucap Prima Sari. 


    Makanya itu penting karena untuk mengurangi dampak pariwisata terhadap masyarakat lokal dan lingkungan. Ini penting di tengah tantangan tidak tersedianya sumberdaya manusia yang cukup untuk dapat mengelola pembangunan di desanya, termasuk pembangunan pariwisata. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close