-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Lima Menit Menari Montro, 10 Ribu Siswi Bantul Berupaya Pecahkan Rekor MURI

    26/08/23, 11:45 WIB Last Updated 2023-08-26T04:45:17Z

    Bantul, Kabar Jogja - Sebanyak 10 ribu siswi tingkat menengah atas Bantul berupaya memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menarikan Tari Montro kolosal.


    Berlangsung lima menit, dari pukul 08.55-09.00 WIB, pertunjukkan kolosal di Pantai Parangtritis, Sabtu (26/8) pagi bertujuan melestarikan kebudayaan dan menjadi daya tarik wisata 


    Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyebut persiapan pentas besar ini dilakukan sejak Juli. Tari yang dibawakan adalah Montro modifikasi yang digubah Akademis Kesenian Negeri (AKN) Yogyakarta.


    Tari Montro merupakan tari asli Bantul yang pertama kali dipentaskan di Kauman, Kecamatan Pleret. Ini merupakan tari ciptaan Kanjeng Pangeran Yudhonegoro, atau menantu dari Sultan Hamengkubuwono VIII.


    "Tari Montro sendiri sudah ditetapkan Kemendikbud Ristek sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)," katanya.


    Ajang besar ini menurut Kwintarto bertujuan  memperkenalkan kebudayaan dan kawasan wisata Parangtritis  yang masih merupakan destinasi unggulan Bantul.


    "Tujuannya untuk membangun karakter anak-anak, pengenalan pariwisata, dan upaya melestarikan kebudayaan yang telah ada sejak jaman dulu,” jelasnya.


    Saat pelaksana 10 ribunr siswi yang mengenakan kaus lengan panjang warna putih dibalut kain jarik kombinasi celana panjang hitam berbaris rapi.


    Selanjutnya, puluhan ribu orang itu mulai melakukan Tari Montro. Tampak tangan kanan mereka mengayunkan kipas secara serentak mengikuti alunan musik yang mengiringi.


    Bupati Abdul Halim Muslih mengatakan pementasan kolosal ini akan menjadi penanda Bantul sebagai Kota Pusat Seni Dunia.


    "Penanda hari ini, selain memecahka rekor Indonesia dengan penari Motro terbanyak. Juga menjadikan Bantul sebagai masuk dalam jaringan Kota Kreatif Dunia," ucapnya.


    Bantul sendiri menurut Halim memiliki infratuktur pendukung seni, industri kerajinan dan ekonomi kreatif dengan adanya lembaga pendidikan seni, sekolah-sekolah dan ribuan sanggar seni.


    Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan apa yang dilakukan Pemkab Bantul ini merupakan bentuk pelestarian seni kebudayaan dan berpotensi besar menjadi sajian unggulan pariwisata. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close