-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemkot Yogya akan Terapkan QR Code Peduli Lindungi di Pasar Tradisional

    20/10/21, 10:52 WIB Last Updated 2021-10-20T03:52:24Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja - Dinas Perdagangan Kota Yogya akan melakukan penerapan QR Code Peduli Lindungi di 28 pasar tradisional di Kota Yogya, namun sampai saat ini pasar yang paling siap adalah pasar Prawirotaman.


    Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogya, Yunianto Dwi Sutono mengatakan pasar tersebut salah satu pasar yang paling baik dari segi sarana prasarana.


    "Pasar Prawirotaman telah memenuhi syarat sebagai pasar sehat dan sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia, khususnya untuk bangunan pasar," katanya, Senin (18/10/2021).


    Ia mengungkapkan dalam penerapan QR Code tersebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah seluruh warga pasar sudah di vaksin 100 persen. 


    "Warga pasar itu meliputi petugas keamanan, juru parkir, dan lainnya, mereka harus sudah divaksin 100 persen. Di Pasar Prawirotaman sendiri, vaksinasi sudah tuntas 100 persen," ujarnya.


    Setelah itu, lanjutnya, tim survei akan menilai kelayakan seluruh fasilitas serta sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan di pasar tradisional.


    Pihaknya mengatakan penerapan QR Code di pasar tradisional bukan untuk membuat pedagang dan masyarakat resah, akan tetapi kebijakan ini sebagai konsekuensi untuk kepentingan yang lebih besar.


    Dalam penerapan QR Code tersebut, ia pun mengaku tidaklah mudah, kendala terbesar adalah kapasitas sumber daya manusia dan peralatan. 


    “Saya kira, penerapan kebijakan ini memang tidak mudah. Salah satu kendalanya adalah kapasitas sumber daya manusia dan peralatan. Untuk memindai QR Code dibutuhkan telepon pintar yang selalu terhubung dengan internet,” ungkapnya. 


    Sementara pengunjung pasar tradisional banyak berisi warga lanjut usia. Tidak jarang mereka belum akrab dengan teknologi seperti itu atau justru tidak punya smartphone.


     “Banyaknya pintu masuk ke pasar tradisional juga menjadi kendala lainnya yang harus bisa diantisipasi jika kebijakan tersebut diterapkan,” katanya.


    Namun ia pun tak henti henti-hentinya melakukan sosialisasi terkait kebijakan tersebut. 


    “Kami pun sudah berkomunikasi dengan pedagang yang ada di pasar mengenai rencana tersebut dan persiapan apa saja yang sudah dilakukan. Bagaimanapun juga, pedagang tetap harus dilibatkan,” jelasnya.


    Sedangkan untuk penerapan protokol kesehatan, ia menyebut Dinas Perdagangan terus memastikan seluruh pedagang dan konsumen selalu mematuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Sekarang, kesadaran memakai masker sudah semakin baik,” katanya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini