-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bangkitkan Ekonomi, Perbankan Diharap Terus Bersinergi dengan Masyarakat

    04/03/21, 18:24 WIB Last Updated 2021-03-04T11:25:40Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja – Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Diharapkan perbankan terus bersinergi dengan masyarakat untuk membangkitkan kembali ekonomi DIY.

    Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY,  Parjiman, memaparkan seputar peta industri keuangan DIY termasuk perkembangan aset perbankan yang mencapai Rp 89,86 triliun maupun kinerja lembaga jasa keuangan di DIY.

    Diketahui, secara keseluruhan terdapat dana Rp 46 triliun, yang sudah tersalurkan ke UMKM sebesar Rp 20 triliun. Pada program PEN tahun 2020, sejumlah bank memperoleh dana dari pemerintah untuk disalurkan ke masyarakat.

    “PEN lebih banyak berupa subsidi bunga. Sampai pertengahan Februari jumlah kredit yang direstrukturisasi senilai Rp 14,79 triliun. Sampai 31 Januari 2021 nilai subsidi bunga sejumlah Rp 121,54 miliar untuk 230.987 debitur,” katanya.

    Parjiman menyebutkan kredit bermasalah dari 2,73 persen menjadi 2,64 persen. “Pada Desember 2020, kredit UMKM tumbuh 4,31 persen. UMKM jadi idola pada masa pandemi. Saat ini sudah mulai ada transaksi,” kata dia.

    Parjiman mengakui, UMKM sangat terdampak ketika dua sektor andalan DIY yaitu pariwisata dan pendidikan berhenti. “Usaha terkait pariwisata,  hotel, transportasi, kuliner penyuplai hotel, warung mahasiswa terkena dampak. Ini perlu perhatian kita bersama,” ungkapnya.

    Pemerintah membantu dengan relaksasi dan kebijakan fiskal lainnya termasuk bansos (bantuan sosial). “Kuncinya ada pada permintaan. UMKM mendapat keringanan dan subsidi bunga, mulai Juli 2020 ada kebangkitan,” katanya.

    Perwakilan asosiasi mebel menyatakan bagi mereka PEN sekadar angka-angka tetapi untuk mengaksesnya butuh persyaratan luar biasa. Saat ini industri mebel terdampak. Order turun. Tidak ada permintaan sedangkan produksinya stabil.


    Perwakilan asosiasi batik Sleman menyampaikan kondisi serupa. Dari 600 anggotanya, semua mengajukan dana PEN dan memenuhi syarat. Namun yang bisa menerima 10 persennya saja.  Mereka saat ini hanya bisa menunggu kabar baik.


    Kanwil BRI Yogyakarta Tresnawan Dwi S mengatakan, BRI sebagai bank yang sebagian besar nasabahnya pelaku UMKM berkomitmen membantu menyalurkan dana PEN.


    “80 persen nasabah BRI adalah UMKM. Jika UMKM tidak selamat BRI nggak selamat mungkin. Kita harus bersama-sama selamat dari krisis,” katanya, dalam Sosialisasi Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) kepada Para Pelaku UMKM di DIY, Kamis (4/3), di Kantor DPD RI DIY yang dipandu oleh anggota Komite IV DPD RI, Cholid Mahmud.


    Tresnawan mengatakan, khusus Bank BRI realisasi program PEN di DIY nilainya Rp 2,5 triliun dari total Rp 15 triliun se-Indonesia. Ada 77,6 ribu nasabah. “Untuk UMKM kami salurkan Rp 135 miliar pada 2020,” katanya.


    Sementara, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Yogyakarta Yos Sudarso, Fakhrurozi Bosman, mengatakan pada satu sisi bank sebagai sebagai lembaga bisnis harus tetap berjalan, pada sisi lain harus membantu UMKM melalui penyaluran pembiayaan.


    “Contoh di cabang saya setiap bulan harus ada Rp 10 miliar tersalurkan ke UMKM. Alhamdulillah bulan ini Rp 12 miliar,” ujarnya.


    Kesimpulan dari semua itu, Cholid Mahmud sangat berharap perbankan harus bersinergi dengan masyarakat untuk membangkitkan kembali ekonomi DIY.(dho)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini