-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Soal Wisata, Gus Hilmy: Pokdarwis Harus Jadi Pilar Wisata Indonesia

    20/02/21, 17:22 WIB Last Updated 2021-02-20T10:24:52Z


    Bantul, Kabar Jogja - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diharapkan bisa menjadi pilar pariwisata di Indonesia. Melalui pembinaan, dari sisi pendapatan dan kerukunan bisa semakin bertambah.

    Anggota DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. mengatakan, Yogyakarta merupakan kota pariwisata nomor dua di Indonesia setelah Bali. Menurutnya dampak dari terjadinya pandemi Covid-19 ini mengakibatkan turunnya secara drastis jumlah turis.

    “Kita masih ada wisatawan, tapi kalau Bali jauh lebih parah. Semoga pandemi ini segera berlalu,” katanya dalam Silaturahmi dan Diskusi dengan tema Potret Pokdarwis dan Masa Depan Pariwisata Bantul di Kampoeng Mataraman, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul pada Jumat (19/2).

    Dalam diskusi tersebut, dihadirkannya pihak dinas pariwisata, anggota DPRD Bantul, maupun pihak swasta yang bisa mendukung kebijakan pariwisata di Bantul.

    “Kita berharap pokdarwis dapat menjadi pilar pariwisata di Indonesia. Ketika dibina, tidak hanya pendapatan yang bertambah, melainkan bertambahnya kerukunan,” katanya.

    Menurut Gus Hilmy, dalam dunia pariwisata dikenal 3A atau atraksi, aminitas, aksesibilitas. Dalam hal ini Diharapkan bisa dikembangkan wisata halal. “Bukan karena kita mayoritas Islam, tetapi ada fasilitas yang harus diberikan. Kita harus berusaha untuk memfasilitasi setiap wisatawan yang datang, dan hari ini mungkin wisatawan lokal lebih banyak,” ucapnya.


    Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru mengatakan, visi Bantul dalam sektor wisata yakni mewujudkan destinasi berbasis budaya, terkemuka, berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mensejahterakan masyarakat.


    “Di Bantul, yang diarahkan sekarang adalah atraksinya. Penjual batik, kita arahkan untuk membuat workshop batik, sehingga workshopnya laku, batiknya nanti akan laku. Di Pajangan juga begitu, batik kayunya masuk industri, tetapi atraksinya jadi wisata,” katanya.


    Kwintarto mengatakan ada 49 Pokdarwis, dan ada 8 yang antre untuk jadi pokdarwis karena masih menunggu lurahnya yang belum memberikan Surat Keputusan (SK). Pendukung dari sektor wisata ini ada 1200 potensi budaya, UKM ada 49.000 potensi, sekitar 50 resto, dan lainnya.


    “Bantul harus kompak, pemerintah tidak bisa sendirian. Lima tahun ke depan, hampir dipastikan wisata lari ke Gunungkidul. Oleh sebab itu harus disiapkan mulai dari sekarang, harus punya karakter. Di Kulonprogo juga sudah disiapkan, bahkan ada 5 hotel bintang 4 yang sudah disiapkan,” ucapnya.


    Dalam diskusi tersebut, beberapa aspirasi yang ditampung. Seperti Agus dari Pokdarwis Jagalan mengatakan di daerahnya memiliki potensi wisata yang cukup besar. Berdirinya mataram di Jagalan, makam raja mataram pertama di Jagalan.


    Namun, menurutnya kondisinya stagnan dan yang pintar menjual potensinya adalah orang-orang luar.


    “Kita hanya bisa menjual area untuk shooting film. Sudah diperdeskan, setiap jam berapa harganya. Selama ini kita juga sulit menarik retribusi karena terhalang abdi ndalem. Sementara ini yang kita jual hanya wisata trisih, lokasi shooting, dan preweed. Kita membutuhkan pendampingan,” ucapnya.


    Dalam sesi penutup, Gus Hilmy  menyebut diskusi ini cukup berjalan dan diharapkan para narasumber bersedia menindaklanjuti apa yang menjadi harapan peserta. “Harapannya tidak berhenti di sini, tetapi pengurus pokdarwis bisa lebih aktif menagih atau menghubungi para pembicara kita ini,” ucapnya.(dho)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini