-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Berkat Program PEN, Pelaku Ekonomi di Yogya Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

    18/11/20, 18:13 WIB Last Updated 2020-11-18T11:13:59Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja - Pelaku usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai bangkit perekonomiannya di tengah pandemi Covid-19. Salah satu pengungkitnya yakni diberikannya kredit lunak melalui Bank Pembangun Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyarta berupa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Keuangan RI.

    Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, pemanfaatan program PEN di sektor ekonomi perkembangannya cukup bagus. “Kredit baru tumbuh bagus, meski pertumbuhannya tidak secepat sebelum pandemi. Kredit yang kami strukturisasi juga pertumbuhannya bagus,” katanya di kantornya pada Rabu (18/11).

    Santoso mengatakan, untuk pedagang di kawasan Malioboro yang diberikan berupa kredit mikro. Aktivitas ekonomi di perkotaan ini memang ada pertumbuhan. Namun menurutnya yang paling terasa bangkit yakni mereka yang ada ada di pinggiran.

    “Untuk mikro ini justru di pinggir kota. Kawasan wisata yang tumbuh, misal di Menoreh, Kulon Progo. Bangkitnya ekonomi masyarakat itu secara alamiah tentunya. Apalagi mereka kami dukung dengan PEN,” kata dia.  

    Santoso mengatakan, debitur yang mengakses PEN ini bervariasi. Ada yang merupakan nasabah baru, adapula nasabah lama. “Untuk suku bunga bervariasi. Ada yang 3 persen, 6 persen, 8 persen juga ada,” katanya.

    BPD DIY menjadi salah satu Bank yang dipercaya menjalankan program PEN Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Keuangan RI. Pada 11 Agustus 2020 lalu, telah dilakukan Penempatan Uang Negara sebesar Rp 1 triliun untuk periode 14 Agustus 2020 sampai dengan 10 Februari 2021 dengan tingkat bunga 2,80 persen.

    Santoso mengatakan,  komitmen BPD DIY terhadap penempatan uang negara tersebut sebesar Rp2 triliun dengan daya ungkit 2 kali yang disalurkan pada 14 Agustus 2020 sampai dengan 10 Februari 2021.

    Realisasi penyaluran kredit dari 14 Agustus 2020 sampai dengan 13 November 2020 adalah Rp1,057 Triliun, telah tersalurkan lebih dari 50 persen. Sedangkan sebesar 943 miliar akan disalurkan sampai dengan 10 Februari 2021.

    Untuk realisasi penyaluran kredit PEN sampai Jumat (13/11) lalu, berdasarkan segmen yakni UMKM KUR, UMKM Non KUR, Korporasi, dan Konsumsi. Sedangkan pelaporan penyalurannya secara rutin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), serta Bank Indonesia.

    Sedangkan pengaruh positifnya terhadap BPD DIY, program PEN ini dapat menambah kepercayaan dari masyarakat. Hal itu terbukti dari kepercayaan Pemerintah untuk menyalurkan dan PEN sebesar Rp1 triliun sesuai permintaan.

    “Kami dapat memperluas dan meningkatkan ekspansi dengan lebih leluasa di tengah pandemi covid-19. Kami juga dapat lebih berperan dalam program pemerintah khususnya Pemulian Ekonomi di DIY maupun Nasional,” ucapnya.

    Santoso mengungkapkan, untuk penyaluran sisa sekitar Rp 1 triliun tersebut kemungkinan yakni bekerja sama dengan PT Jogjasolo Marga Makmur. Yakni perusahaan konsorsium yang mengelola proyek jalan tol trase Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.

    Menurut Santoso, ada beberapa kerja sama yang akan disepakati. Seperti pembiayaan dana ganti untung talangan tanah melalui rekening Bank BPD DIY. Kerja sama pembiayaan dengan sub kontraktor, maupun kredit investasi untuk pembangunan tol.(dho)   
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close