-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    BPD Sebut Ekonomi di DI Yogyakarta Sudah Mulai Menggeliat

    05/09/20, 11:50 WIB Last Updated 2020-09-05T04:51:33Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja - Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan dengan laju pertumbuhannya minus 6,74 persen akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu. Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir karena saat ini ekonomi sudah mulai menggeliat kembali.

    Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan,  dalam konteks pandemi Corona ini pihaknya telah menyalurkan biaya hidup kepada masyarakat miskin di seluruh DIY. “Jumlahnya 156 ribu masyarakat miskin yang sudah disalurkan BPD dan semuanya lancar. Kami berikan sesuai by name dan by address di seluruh DIY,” katanya, dalam Forum Diskusi Kritis Media Yogyakarta #6 bertema Di Ambang Resesi, Potensi dan Kapasitas Bank Daerah dalam Pertumbuhan Ekonomi yang Minus, Jumat (4/9/2020), di Aula Kantor Pusat Bank BPD DIY.

    Santoso mengatakan, pihaknya pun telah memperhitungkan risiko terburuk ketika di kuartal ketiga ini perekonomian di DIY masih mengalami penurunan laju pertumbuhan. “Risiko terburuk sudah kami buat. Artinya kalau kami menahan beban sekian ton bagaimana. Tapi Alhamdulillah belum sekian kilo saat ini sudah mulai recovery. Nasabah kami sudah mulai recovery dengan cara normal baru,” katanya.

    Santoso mengatakan, pulihnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menurutnya ketika mereka bisa mulai berproduksi dan ada pergerakan dari masyarakat di daerah tersebut untuk membelinya. Sedangkan pergerakan orang di DIY beberapa waktu belakangan ini pun sudah mulai cukup ramai.

    “Wisatawan sudah mulai masuk ke DIY. Prediksi saya ini sudah mulai tumbuh. Bisa dilihat saat libur kadang jalanan padat meski belum seramai dulu,” ucapnya.  


    Santoso mengatakan, Dana Pihak ketiga (DPK) dari masyarakat yang dikelola bank tersebut meningkat. Agar ekonomi DIY mampu bertahan, pihaknya berusaha menumbuhkan sektor-sektor ekonomi skala kecil di kalangan pelaku UMKM.


    Salah satunya melalui penyaluran kredit ultra-mikro dengan plafon maksimal Rp2,5 juta bunga 3 persen jangka waktu satu tahun. “Kita sekarang ini menumbuhkan yang kecil-kecil tetapi jumlahnya banyak, untuk daya tahan,” kata dia.


    Sementara,  Wakil Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Amirullah Setya Hadi menambahkan, menurutnya mungkin satu-satunya solusi agar mampu terlepas dari persoalan perekonomian yang kolaps ini yakni segera menggelar perkuliahan tatap muka kampus.


    Amirullah berkata, beberapa waktu lalu dirinya melakukan survei perekonomian DIY. Jawaban dari hampir semua responden mengindikasikan adanya peningkatan daya beli dan konsumsi masyarakat.


    Berkat dukungan aliran dana bantuan sosial pemerintah muncul harapan ekonomi DIY mampu reborn akhir tahun ini. Bagaimana pun konsumsi masih menjadi tulang punggung ekonomi DIY “Mungkin tidak positif tetapi tipis-tipis,” ucapnya.(dho)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +