-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Cara Mengatasi Gagal Ginjal, Diabetes Hingga Stroke

    18/08/20, 12:15 WIB Last Updated 2020-08-18T05:16:42Z

    Sleman, Kabar Jogja - Pola hidup sehat dan penerapan gizi seimbang pada makanan yang dikonsumsi dinilai dapat meminimalkan risiko terkena penyakit tidak menular. Seperti gagal ginjal, diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, hingga kanker.


    Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Tri Wulandari Kesetyaningsih mengatakan permasalaha kesehatan di kalangan masyarakat tidak sedikit yang berhubungan dengan penyakit tidak menular.


    Hal ini dikarenakan pola hidup dan pola makanan yang telah banyak berubah. Seiring semakin sibuk dengan pekerjaan dan menjadikan sedikitnya waktu bagi masyarakat untuk memikirkan kesehatannya sendiri.  “Sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular,” kata dia, di di sela kegiatan pengabdian masyarakat Sleman.


    Menurutnya, penyediaan gizi seimbang juga sangat diperlukan di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, pasalnya virus corona menjangkiti manusia lewat sistem kekebalan tubuhnya.


    Maka dari itu perlu adanya keseimbangan dengan gizi yang dikonsumsi melalui makanan dan tetap beraktivitas atau berolahraga yang cukup.


    “Meskipun saat ini pandemi, kita harus tetap beraktivitas tapi tentu saja dengan protokol kesehatan yang dianjurkan. Dengan menjaga gizi seimbang, membuat imunitas tubuh meningkat ditambah dengan aktivitas yang cukup, itu akan mengurangi risiko terkena virus Covid-19,” kata Tri.


    Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY,  Yoni Astuti menambahkan penyakit tidak menular selain disebabkan oleh gizi tidak seimbang juga karena kurangnya aktivitas (olahraga) secara rutin.


    Sedangkan untuk prinsip gizi seimbang itu sendiri terdiri dari bagaimana membuat variasi atau ragam makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk nabati, lauk hewani, sayuran dan buah.


    “Variasi itu disesuaikan dengan umur, jenis kelamin dan aktivitas. Kemudian hindari pengulangan bahan terlalu sering dan pengolahan yang sama. Serta berikan tekstur dan konsistensi hidangan yang tersusun bervariasi dan disesuaikan dengan anggota keluarga,” ucapnya.(dho)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +