-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gedung Darurat Covid-19 RSA UGM, Menteri Basuki: Mei Beroperasi

    29/04/20, 18:59 WIB Last Updated 2020-04-29T12:17:43Z
    Yogyakarta, Kabar Jogja -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimulyono meninjau pembangunan dua gedung baru untuk penangnan khusus pasien Covid-19 di Rumas Sakit Akademik (RSA) UGM, Rabu (29/4). Didampingi oleh Rektor UGM dan Direktur RSA UGM, menengok langsung pelaksanaan dua gedung yang berkapasitas 107 kamar ditargetkan akan selesai pada 27 Mei mendatang.

    “Saya ke sini atas permintaan pak Rektor dan surat keputusan Gubernur DIY bahwa RSA sebagai sebaga RS rujukan covid, dua gedungnya akan digunakan penanganan covid. Ada tiga daerah yang minta, selain DIY, ada Lamongan juga,” katanya.

    Menteri Basuki menyampaikan gedung darurat covid-19 akan menyediakan 107 kamar untuk isolasi ICU dan ruang rawat inap, Menurutnya pembangunan gedung darurat covid di RSA UGM tidak memerlukan waktu lama karena sudah ada kontruksi bangunan yang dibangun sejak 2010 lalu.

    “Sudah uji teknis, beberapa struktur perlu penguatan strukturnya. Sementara panel sudah ada dan peralatan medis sudah siap semua sesuai rekomendasi kemenkes,” kata Basuki.

    Pembangunan dua gedung baru ini dimulai sejak 20 April lalu namun selama dalam 9 hari pengerjaan tingkat kemajuan penyelesaian pembangunan mencapai 28 persen. “Sesuai dengan jadwal tanggal 27 mei akan sudah bisa dimanfaatkan dan mulai bisa beroperasi,” katanya.

    Pembangunan gedung darurat penangnan pasien Covid ini menurut Menteri tidak berbeda jauh dengan pembangunan rumah sakit darurat covid-19 di pulau Galang, Kepulauan Riau.  “Di pulau Galang adan 340 bed, sekarang terisi 150-an. Namun kita harus siap jika yang masuk lebih banyak, kalau sedikit justru alhamdulillah. Mudah mudahan bisa terlayani,” katanya.

    Pembangunan gedung dalam kondisi darurat ini menurut Menteri memang mengharuskan penyedia jasa dan kontraktor melaksanakan pembangunan lebih cepat namun tidak mengurangi kualitas dari bangunan yang dihasilkan. “Semua sesuai standarisasi dan metodologi kerja lebih cepat. Sudah sesuai dengan kontrak kerjanya,” katanya.

    Rektor UGM mengatakan dua gedung baru yang digunakan untuk penanganan pasien covid ini merupkan bekas gedung yang tertunda pengerjaannya sejak 10 tahun lalu. “Sudah tertunda sepuluh tahun belum terselesaikan dan kami berharap gedung ini segera dimanfatakan untuk penaganan dan penangulangan covid-19,” katanya.

    Apabila pandemic covid-19 telah selesai gedung baru ini akan dimanfaatkan sesuai perencanaan semula untuk penanganan penyakit menular di RSA UGM. “Atas nama UGM saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya semoga gedung ini nantinya bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya.

    Direktur RSA dr Arief Budiyanto, PhD., mengatakan pembangunan dua gedung darurat covid ini akan diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu bulan ini dikerjakan dalam masa pandemic virus corona. Namun demikian gedung tersebut nantinya diharapkan bisa membantu penanganan pasien covid di DIY dan sekitarnya. “Pembangunan gedung ini berlangsung cepat. Apalagi RSA ditunjuka sebagai rumah sakit rujukan covid. Sejak 17 maret lalu, sudah ada 1.197 pasien yang kita periksa,” katanya.

    Ia menyebutkan selama masa pandemi, RSA UGM merawat empat pasien positif covid-19. Tiga di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan satu pasien dalam masa perawatan. Namun adanya keterbatasan ruang isolasi, sekitar 15 orang WNA asal India dan 9 diantaranya dinyatakan positif terpaksa dirujuk ke rumah sakit sardjito. “Kapasitas ruang isolasi terbatas,” katanya.

    Dua gedung baru yang dibangun yakni GEDUNGN Arjuna dan Yudhistira  berupa struktus beton bertulang yangsudah dibangun sejak 2010 lalu. Bangunan seluas 7.120 meter persegi ini akan menyediakan 107 kamar pasien. Gedung yang masing-masing terdiri dari lima lantai ini akan diperuntukan sebagai ruang isolasi kritis, ruang perawatan PDP, ruang ganti medis, ruang istirahat tenaga kesehatan, dan ruang poliklinik Covid-19.(wss/eks)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close