-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jelang Tahun Baru 2022, Pemda DIY Intensifkan Koordinasi Dengan Kabupaten dan Kota

    30/12/21, 10:03 WIB Last Updated 2021-12-30T03:03:54Z

     

    Yogyakarta, Kabar Jogja - Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pastikan akan menggencarkan persiapan pencegahan kenaikan angka kasus Covid-19 jelang tahun baru 2022 dengan meningkatkan koordinasi bersama kabupaten/kota.

    Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan koordinasi ini diperlukan sebab akan menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif.

    "DIY merasa perlu mengambil langkah karena memang saat ini, DIY menjadi salah satu destinasi wisata, selain Bali dan Jawa Tengah," jelasnya saat menggelar rapat koordinasi pada Rabu (29/12/2021) di Gedung Pracimasana, Komplek Kepatihan.

    Pihaknya berharap tidak terjadi lonjakan-lonjakan kasus karena seluruh elemen masyarakat terlena karena jumlah angka kasus yang kian menurun.

    Selain itu DIY juga bersiap menghadapi masuknya Covid-19 varian Omnicron yang telah masuk ke wilayah Indonesia.

    Aji menyebutkan bahwa Omnicron memiliki tingkat mutasi yang sangat cepat sehingga harus berhati-hati dalam menghadapinya.

    "Selain tingkat mutasi yang lebih cepat dari varian Delta, data efektivitas vaksin terhadap varian ini juga masih terbatas," ujarnya.

    Pihaknya menyampaikan bahwa satu-satunya yang bisa diandalkan dalam rangka mencegah Omnicron masuk salah satunya paling penting adalah vaksinasi.

    Untuk Kota Yogya sendiri capaian vaksinasi Kota Yogyakarta secara keseluruhan sebesar 76,74%, dengan rincian kelompok usia 6-11 tahun dosis pertama sebesar 8,95%; usia 12- 18 tahun 89,35%; usia 19-60 tahun 84,68%; dan di atas 60 tahun 73,53%.

    Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi.

    "Evaluasi kaitannya penerapan protokol kesehatan di setiap ruang publik dan destinasi wisata. Guna memastikan berjalan dan menekan angka sebaaran Covid-19," ujarnya.

    Pihaknya menyebut bahwa penyebaran Covid-19 varian Omicron terjadi sangat cepat. Sehingga untuk memutus rantai penyebaran yang berpotensi meluas dilakukan penyekatan.

    "Ya otomatis kita sekat-sekat juga wilayah sesuai luas penyebarannya jika diketahui itu Omicron. Posko dan satgas di RT dan RW masih tetap bergerak. Jadi untuk mencegah adanya penyebaran kita lakukan secara persuasif kepada para keluarga untuk mengimbau keluarga jauh yang akan ke Kota Yogya dalam kondisi sehat" terangnya.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya pun akan menggalakkan tes rapid antigen secara acak di sejumlah destinasi wisata. Lokasinya di Taman Pintar, kawasan Alun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan, Gembiraloka Zoo (GL Zoo) dan Taman Sari, pelaksanaannya secara bergantian setiap harinya.

    "Jatah rapid antigen sebanyak 30 reagen setiap harinya. Upaya rapid antigen acak ini berlangsung hingga akhir tahun sebagai upaya antisipasi sebaran Covid-19 dari lokasi wisata," bebernya.

    Untuk rapid antigen tersebut, lanjutnya, akan langsung terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. "Sehingga apapun hasilnya langsung masuk aplikasi karena harus dilaporkan,” katanya.

    Meski belum ditemukan adanya kasus Omicron di Kota Yogya, Heroe Poerwadi yang juga merupakan Ketua harian satgas penanganan Covid-19 Kota Yogya berharap hal tersebut tidak terjadi. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini