• Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    UMKM di Yogyakarta Dibantu Bertransformasi Digital

    21/07/20, 17:37 WIB Last Updated 2020-07-21T10:37:07Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibantu dalam percepatan proses transformasi digital melalui prakrasa dari Grab Indonesia, yakni #TerusUsaha. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka dalam menghadapi era new normal atau tatanan baru.

    Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya mengatakan program #TerusUsaha ini dirancang sebagai solusi digitalisasi di era new normal bagi seluruh UMKM dan pekerja lepas di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang GrabForGood untuk memanfaatkan teknologi dan jangkauan Grab dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas, UMKM serta individu dalam era ekonomi digital ini.

    “Dengan situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal. Dengan program #TerusUsaha, kami harap mampu membawa perekonomian masyarakat lokal menjadi lebih baik lagi,” katanya, Selasa (21/7).

    Beberapa terobosan dalam program ini, yang pertama yakni solusi untuk meningkatkan visibilitas dan permintaa. Grab bekerja sama dengan Pemda DIY untuk menjadi mitra pengantaran di program SiBakul melalui aplikasi JogjaKita. Grab menyediakan jasa pengiriman melalui GrabExpress dengan harga khusus bagi pelanggan yang membeli produk dari 120 mitra UMKM yang terdaftar dalam platform SiBakul Jogja. Dengan begitu, para pelaku UMKM menjadi terbantu dalam pemasaran produknya dengan layanan pengantaran yang terpercaya.

    Grab juga bermitra dengan pemerintah daerah Sleman untuk mengajak 24 pasar tradisional basah di Sleman bergabung dalam platform Grab. Pelanggan sekarang dapat membeli barang sehari-hari dari 12.800 penjual tradisional menggunakan layanan baru, GrabAssistant. Pelanggan hanya perlu memasukan lokasi pasar, mencatat barang belanjaan yang ingin dibeli, dan memasukan estimasi harga. Mitra pengantaran Grab akan membantu pelanggan berbelanja di pasar yang telah ditentukan dan mengantarkannya ke alamat mereka.

    Terobosan lainnya, yakni menciptakan kesempatan pendapatan baru bagi mereka yang membutuhkan. Dalam hal ini, bagi pemilik bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya, Grab menghadirkan Grab Merchant Center di Yogyakarta.

    Fasilitas offline ini akan disediakan untuk membantu mitra dan calon mitra merchant di Yogyakarta dalam memenuhi segala kebutuhan dalam proses digitalisasi bisnis kuliner mereka, mulai dari pendaftaran, keluhan, edukasi, dan layanan lainnya. Grab Merchant Center berlokasi di Ruko Casa Grande Maguwoharjo dan beroperasi setiap hari Senin - Jumat mulai pukul 08.00 s.d. 17.00 WIB. Jika memilih mendaftar secara online, telah tersedia juga aplikasi GrabMerchant sebagai solusi satu pintu untuk pengelolaan bisnis merchant.

    Sedangkan untuk Individu yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, Grab memberikan solusi dengan menjadi Agen Individu GrabKios dan mendapatkan penghasilan tambahan hanya dengan HP mereka. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan.

    Terobosan lainnya, yaitu pelatihan keterampilan dan pertumbuhan bagi bisnis kecil. Telah tersedia portal khusus www.grabforgood.id, yang menjadi ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dan konsultasi dengan berbagai bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab.

    Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyambut baik peluncuran program #TerusUsaha ini. Ia mengatakan platform digital seperti Grab hadir dengan tugasnya yang tidak hanya membantu konsumen, namun juga bagi pekerja lepas yang kini dikenal dengan gig-workers, mitra produsen penyedia jasa.

    “Di Indonesia, bonus demografi menjadikan gig-economy berdampak positif untuk perekonomian karena menciptakan lapangan kerja. Dalam menyambut era tatanan baru, Grab resmi meluncurkan program #TerusUsaha di Yogyakarta, dan saya mengapresiasi prakarsa Grab guna mempercepat proses transformasi digital UMKM secara luas. Program ini juga bertujuan membantu UMKM DIY agar lebih berkembang dan keluar dari jeratan COVID-19,” ucapnya.(dho)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +