-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gegandhengan, Tema Pameran Karya Seniman Disabilitas Tahun Ini

    17/09/23, 10:51 WIB Last Updated 2023-09-17T03:51:20Z

    Yogyakarta, Kabar Jogja – Suluh Sumurup Art Festival (SSAF) tahun ini mengusung tema ‘Gegandhengan’. Ratusan karya seni seni rupa dua dan tiga dimensi dari puluhan penyandang disabilitas di pamerkan di Taman Budaya Yogyakarta mulai hari ini, Kamis (14/9) sampai 22 September minggu depan.


    Dalam jumpa pers sebelum sesi pembukaan acara Kamis siang, Kepala TBY Purwiati menyatakan pihaknya memberi ruang untuk mewujudkan cita-cita luhur SAAF, membangun kekuatan bersama untuk maju.


    Purwianti mengatakan ini merupakan salah satu program tahunan Taman Budaya Yogyakarta, yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas pelaku seni di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


     “Selain karya- karya perorangan dan komunitas, SSAF kali ini, juga akan memamerkan karya-karya kolaboratif penyandang disabilitas dengan seniman non difabel. Serta, mengakomodir partisipasi penyandang disabilitas pelaku seni, yang belum terbaca atau tidak terpetakan dalam dunia seni pamer,” katanya.


    Satu dua kurator karya seni, Nano Warsana menyatakan tema Gegandhengan yang diusung dalam pameran ini secara harfiah berarti bergandengan.


    “Dalam konteks lebih luas, bermakna kebersamaan. Tema ini digagas sebagai upaya mengedepankan spirit kebersamaan, kerjasama, kolaborasi, dan solidaritas sesama penyandang disabilitas pelaku seni dengan masyarakat secara umum,” jelasnya.


    Dari pameran ini diharapkan seni menjadi sarana pemersatu, seperti ruh yang dibangun Suluh Sumurup Art Festival.


    Delapan belas peserta perorangan dan delapan komunitas seni penyandang disabilitas. Mereka, diantaranya, Anugrah Fadly Kreato Seniman, Aqilurrachman Abdul Charitz, DamarSulistyo, Dwi Putro , Edi Priyanto, Eva Kasim, Mishka Fathina Dewanto, MuhammadFilodotaFebrigata, Muhammad Hariyanto, Salasatul Hidayah, Salim Harama, Yaya Maria, Yogi Suganda Siregar, Zakka Nurul Giffani Hadi, Aidan Akbar, Ni Putu Davita Nareswari, dan Putri Nidhaul Hasanah.


    Delapan komunitas yang terlibat adalah, AndArt, ba(WA)yang, EcoDiffa, JDA, Kembang Selatan, Para Rupa, Potads, dan Sayap Ibu.


    Komisi Nasional Disabilitas, Jonna Aman Damanik sangat mengapresiasi pihak TBY yang telah memberi ruang untuk memamerkan ekspresi rekan-rekan penyandang disabilitas dalam bentuk karya seni. Baginya kegiatan akan menambah semangat kaum disabilitas berkarya.


    “Dalam kebersamaan semua bisa saling belajar, menyampaikan gagasan, dan berinteraksi melalui media seni. Pameran ini akan menampilkan kerja-kerja komunitas atau kelompok seni difabel di Yogyakarta, maupun karya-karya kolaboratif,” jelasnya.


    Jonna menyatakan nantinya partisipasi dari pelaku seni difabel secara individual sebagai bagian mengakomodir yang mungkin tidak terbaca atau tidak terpetakan dalam komunitas yang bekerja secara mandiri.


    Selama pameran, juga dihadirkan stand-stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pementasan potensi, serta workshop dan diskusi. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close