-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Berkarakter Unik, Farah Button Bakal Buka Gerai di Surabaya

    08/09/23, 15:10 WIB Last Updated 2023-09-08T08:10:27Z

    Yogyakarta, Kabar Jogja – Usai menampilkan sepuluh busana siap pakai berbahan linen di Surabaya Fashion Parade (SFP) 2023. Brand fashion lokal asal Daerah Istimewa Yogyakarta Farah Button berencana membuka gerai di sana.


    Desainer sekaligus pemilik Farah Button, Sutardi mengatakan dari gelaran SFP yang berlangsung dari Kamis (7/9) sampai Minggu (10/9) nanti dirinya mendapatkan gambaran besar mengenai pasar fesyen Kota Surabaya.


    “Keunikan masyarakat Surabaya itu mereka hidup di kota besar tetapi tidak individualistis. Keakraban dan kehangatannya tetap terjaga. Jadi selepas kerja, orang masih punya waktu untuk sekedar hangout atau nongkrong dan koleksi-koleksi Farah Button fleksibel dikenakan di kesempatan apa pun,” ucap Sutardi pada Jumat (8/9).


    Menurutnya Surabaya menjadi pasar yang cocok dengan desain dan konsep yang diusung Farah Button. Alasannya, Surabaya sebagai kota besar yang berkarakter unik. Potensi Surabaya yang luar biasa ini membuat Sutardi berencana membuka gerai Farah Button di Surabaya sehingga bisa memanjakan pelanggan di kota ini.


    Di gelaran SFP 2023, Farah Button menampilkan 10 busana siap pakai berbahan linen yang mengusung fesyen era 1960-an dengan tema Futurismo dalam peragaan busana kali ini.


    “Motif garis dan bintik menjadi ciri utama identik dengan tren fesyen era 1960-an. Sehingga kesan minimalis dan modern yang muncul kala itu berkaitan erat dengan invasi teknologi. Dalam konteks kekinian, saya ingin merayakan kemajuan teknologi lewat fesyen yang global dan universal,” katanya.


    Implementasi Futurismo juga terlihat dalam desain yang berkonsep classy easy fashion. Sutardi terinspirasi dari hiruk-pikuk orang-orang selepas pandemic Covid-19.


    “Terkadang orang bingung menentukan outfit untuk kasual dan formal, lewat tema Futurismo yang bergaris tegas membuat ready to wear menjadi pakaian yang bisa membuat orang tampil kasual dan formal dengan waktu yang bersamaan,” ujar Sutardi.


    Konsisten mengukuhkan eksistensi Farah Button di berbagai perhelatan dalam negeri, Sutardi berkeinginan menembus kancah internasional dan menunjukkan karya bangsa. Bukan tanpa sebab, seluruh produksi Farah Button melibatkan UMKM konveksi lokal Yogyakarta yang didominasi anak muda.


    “Hasilnya tidak kalah, konveksi UMKM lokal Yogyakarta bisa berproduksi dengan jahitan layak ekspor,” kata Sutardi.


    Ia juga mengapresiasi perhelatan SFP 2023 yang digelar pada 7 sampai 10 September 2023 karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya dan berkembang. Desainer-desainer muda memiliki wadah untuk menunjukkan bakat dan eksistensinya di dunia fesyen. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close