-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Lewat Program Beasiswa Pascasarjana, BAZNAS Kembangkan Filantropi Islam

    21/07/23, 18:45 WIB Last Updated 2023-07-21T11:45:13Z

    Sleman, Kabar Jogja - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berinovasi meluncurkan program beasiswa pascasarjana bagi amilin dan amilat se-Indonesia. Menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, program ini bertujuan memperkuat dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan filantropi keIslaman.


    Program beasiswa pascasarjana yang diluncurkan Jumat (21/7) adalah beasiswa pendidikan jenjang Magister (S2) yang fokus kajian filantropi, kebencanaan, dan pembangunan berkelanjutan pada Prodi Interdisciplinary Islamic Studies serta jenjang Doktor (s3) Prodi Islam Doctor.


    “Di tahap pertama ini kami memberi kesempatan kepada 60 pimpinan dan pegawai BAZNAS dari pusat sampai daerah untuk berkompetisi meraih beasiswa. Dimana 40 orang akan menempuh pendidikan S2 dan 20 orang di S3,” kata Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad.


    Dipaparkan tujuan utama program beasiswa ini didasarkan pada kebutuhan lapangan terkait keberadaan tenaga pengembangan dan pengelolaan filantropi keIslaman berupa zakat, infaq dan sedekah yang menjadi tanggung jawab BAZNAS.


    Menurutnya selama ini pengelolaan filantropi Islam yang terbatas pada pemanfaatan sekali pakai seperti membangun masjid, penanganan bencana alam dan sosial. Namun tidak diikuti dengan pengembangan masyarakat yang lebih lanjut untuk masa depan mereka.


    Diharapkan nantinya para penerima beasiswa ketika lulus nanti mampu menghasilkan teori-teori serta perangkat keilmuan terkait pengembangan masyarakat didasarkan pada analisa-analisa di lapangan.


    “Kita memang butuh sekali kehadiran ilmuwan-ilmuwan sekaligus praktisi yang memahami pengelolaan serta pengembangan filantropi kita seperti apa. Termasuk juga dengan kewirausahaan (entrepreneurship) Islam maupun sosial. Ini juga menjadi bagian dari konsentrasi kita untuk memberikan manfaat bagi kita semua dengan menggunakan dana filantropi Islam,” jelasnya.


    Sesuai jadwalnya, pendaftaran peserta akan dimulai sejak 24 Juli sampai 13 Agustus. Kemudian proses seleksi berlangsung 14-15 Agustus dan diumumkan pada 16 Agustus. Para peserta akan melalui seleksi wawancara pada 21-22 Agustus dan penetapan penerima beasiswa pada 30 Agustus.


    Noor menegaskan pihaknya memberi batas waktu penerima beasiswa pascasarjana menempuh pendidikan. Bagi mahasiswa S2, diberikan batas waktu empat semester atau dua tahun. Sedangkan untuk program doktor atau S3, diberikan batas waktu delapan semester atau empat tahun.


    “Jika mereka tidak bisa menyelesaikan sesuai kesepakatan, kami akan memberikan penalti berupa pengembalian seluruh biaya yang disalurkan selama menempuh pendidikan,” katanya.


    Rektor Al Makin menyambut gembira dipilihnya UIN Suka sebagai lembaga penyelenggara pendidikan bagi penerima beasiswa BAZNAS. Dia menyebut apa yang dilakukan BAZNAS ini adalah inovasi di tengah minimnya keterlibatan dunia industri dalam pengembangan keilmuan yang dikaitkan langsung dengan industri.


    “Ini seperti menjawab kebuntuan yang dialami banyak perguruan tinggi akan dana riset. BAZNAS berani mengambil langkah dengan menyumbangkan gagasan, pikiran dan tenaga untuk kemajuan ilmu pengetahuan,” kata Rektor. (Tio)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close