-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Butuh Lima Bulan, Putri Menyiapkan Diri Untuk America Got Talent

    08/06/23, 14:32 WIB Last Updated 2023-06-08T07:32:12Z

    Bantul, Kabar Jogja – Kepala Sekolah SMKN 2 Kasihan, Bantul atau lebih dikenal Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta, Agus Suranto menyebut butuh lima bulan bagi Putri Ariani untuk tampil di ajang America Got Talent.


    Penghargaan ‘Golden Tiket’ dari juri Simon Cowell, dinilai akan menjadi pemantik bagi siswa-siswi SMM untuk lebih berprestasi lagi.


    Putri Ariani sampai saat ini masih merupakan siswa kelas XI B instrumen flute.


    “Lima bulan sebelum berangkat ke Amerika Serikat, orang tuanya berkomunikasi dengan kami terkait dengan kewajiban Putri sebagai murid. Kami meminta Putri untuk menyelesaikan kewajibannya berupa tugas-tugas dahulu,” kata Agus, Kamis (8/6).


    Sebagai persiapan berangkat ke Amerika, Putri mendapatkan pelajaran khusus dari guru terkait dengan pendalaman penggunaan instrument baby grand piano dan menghafalkan 10 lagu oleh pengundang minta dibawakan saat tampil.


    Bahkan selama berada di Amerika, Putri tidak ingin ketinggalan satu mata pelajaran selama berada di Amerika, Putri bersama dengan orang tuanya terus aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah maupun gurunya langsung.


    Agus mengungkapkan, kepada guru yang melatihnya, dengan tampil di AGT Putri bercita-cita ingin menjadi Stevie Wonder-nya Indonesia. Stevie Wonder adalah penyanyi dan penulis lagu tunanetra dari Amerika yang mengenalkan tembang nostalgia ‘I Just Called to Say I Love You’.


    Dikenal berbakat dalam bermusik, karena orang tuanya yang berprofesi sebagai pemusik. Putri menurut Agus dari penilaian guru-guru maupun rekan-rekannya memiliki kelebihan khusus dibanding lainnya.


    Kehadiran Putri di SM Mini secara khusus bagi Agus menjadi tantangan bagi guru untuk menggali potensinya. Para guru wajib menggunakan dan memunculkan teori serta metode baru karena Putri tergolong murid yang istimewa.


    "Setelah kami mengidentifikasi potensi dan kemampuan Ariani maka guru menyesuaikan, gaya mengajarnya menyesuaikan. Karena dia tidak bisa melihat maka guru basic-nya bergeser menjadi audio karena daya tangkap Ariani menggunakan alat pendengaran," katanya.


    Dengan segala keterbatasannya, pihak sekolah tidak menyangka Putri mampu mengembangkan berbagai bakat yang terpendam dalam dirinya dibandingkan teman-teman lainnya. Berbekal kelebihannya, Putri memiliki ketajaman dalam menangkap berbagai inspirasi yang kemudian dituangkan dalam musik.


    “Putri ini memiliki potensi  ke segala arah, menyanyi, menciptakan lagu, mengiringi memainkan piano dan membuat aransemen," ujarnya.


    Agus meyakini, prestasi yang saat ini diraih anak didiknya ini akan menjadi pemantik bagi murid-murid lainnya untuk berprestasi. Pihak sekolah sepenuhnya juga meyakini sekaligus raihan ini menjadi pembelajaran penting dimana setiap individu memiliki potensi dan para guru tidak boleh membangun potensi itu.


    Dirinya juga nantinya bakal meminta Putri, saat kembali ke sekolah untuk tidak besar nama karena telah menjadi bintang. Dirinya haruslah tetap rendah diri dan menjadi siswa sebagaimana sebelumnya.


    Prestasi yang diraih Putri Ariani ini juga dilirik Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memberikan apresiasi karena mampu mengharumkan nama daerah tempat menimbah ilmu.


    Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo menyatakan kehadiran Putri di AGY sendiri dianggap sebagai satu promosi bagi Yogyakarta ke dunia. Pemda DIY berjanji memberikan ruang peningkatan prestasi maupun ruang apresiasi kepada talenta-talenta yang ada.


    “Kami berkomitmen memberikan ruang-ruang berkolaborasi dengan event maupun destinasi wisata. Bisa saja nanti ada event yang tematik ekonomi kreatif bisa musik kemudian seni pertunjukkan dan sebagainya,” ucapnya. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close