-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Upayakan Datangkan Wisatawan, Bursa Bonsai Digelar di Goa Cerme

    05/03/23, 08:30 WIB Last Updated 2023-03-05T01:30:47Z

    Bantul, KabarJogja – Warga sekitar Goa Cerme, Desa Selopamioro, Imogiri menggelar bursa bonsai untuk daya tarik tambahan mendatangkan pengunjung. Sempat menjadi ikon wisata Goa Cerme, komoditi bonsai menghilang setelah bencana gempa.


    Tergabung dalam kelompok bernama Bakalan Bonsai Cerme atau Boncer, komunitas pecinta bonsai ini merupakan warga Dusun Srunggo yang selama ini mengembangkan bonsai di rumah mereka.


    Wakil Ketua Boncer, Dalrudin mengatakan anggota dari boncer ini sebagian besar merupakan bagian dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang dibentuk di dusun-dusun sekitar obyek wisata Goa Cerme.


    “Kami sengaja mengadakan pameran atau bursa bonsai ini sebagai upaya menghidupkan kembali salah satu ikon Goa Cerme yang dulu sempat jaya. Bursa ini berlangsung dari 2-15 Maret dan direncanakan berlangsung dua bulan sekali,” katanya Sabtu (4/3).


    Karena baru pertama kali diselenggarakan, Dalrudin mengatakan sebanyak 50 koleksi yang ditampilkan adalah jenis yang kecil. Meskipun warga memiliki yang besar dan lebih menarik, namun tetap bisa dilihat oleh pengunjung di rumah.


    Dalrudin menceritakan komoditas bonsai ini sebenarnya pernah menjadi ikon Goa Cerme, tepatnya sebelum terjadi gempa 2006.


    “Dulu di sepanjang jalan masuk ke kawasan Goa Cerme, warga banyak yang memajang bonsai yang bisa ditawarkan ke pengunjung. Namun setelah gempa, komoditas ini perlahan-lahan menghilang berbarengan dengan sepinya pengunjung,” katanya.


    Karena tidak mendapatkan pasar tetap, akhirnya para penggemar bonsai ini kemudian berkarya di rumah masing-masing dan memperluas jaringan pasarnya secara tradisional yang kemudian merambah pasar lebih luar lewat media social.


    Dalrudin mengatakan bonsai yang berasal dari pohon Beringin, Serut, Asem dan beberapa pohon  lainnya merupakan produk asli dari pegunungan Selopamioro. Warga masuk keluar hutan untuk mendapatkan bibit atau bakalan pohon yang memiliki karakteristik bonsai.


    “Dari kisaran harga, bonsai yang kami pamerkan saat ini mulai dari Rp150 ribu sampai Rp2,5 juta. Kalau ada yang mau mahal, kami siap mengantarkan ke rumah untuk melihat koleksi lainnya,” jelasnya.


    Dirinya dan anggota kelompok berharap pameran atau bursa ini nantinya akan menjadi agenda rutin di Goa Cerme sehingga menjadi ajang rutin yang mendatangkan wisatawan. Sebab selama ini tidak banyak wisatawan yang berkunjung karena faktor jalan yang tidak memadai.


    Sementara anggota Boncer lainnya, Suparyanto menyatakan sebenarnya banyak penggemar bonsai yang berkeinginan turut serta dalam pameran ini. Namun sebagai ajang uji coba, maka pesertanya dibatasi dulu dari warga Srunggon dan sekitarnya.


    “Kemarin rekan-rekan dari Pundong dan Imogiri ingin gabung. Namun kita minta pengertiannya karena baru pertama diselenggarakan. Kami tidak ingin mereka kecewa. Tapi di penghelatan kedua nanti, pasti kita beri tempat,” jelasnya. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close