-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pancasila Adalah Masa Depan Dan Penguat Indonesia

    12/12/21, 07:40 WIB Last Updated 2021-12-12T00:40:37Z


    Yogyakarta,Koran Jogja – Di tanah kelahiran Pancasila, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menegaskan bahwa Pancasila adalah masa depan Indonesia. 

    Tantangannya adalah menghindarkan pengajaran Pancasila secara monolog dan sesuai tantangan zaman.


    “Di Ende, warisan pemikiran Pancasila oleh Soekarno berupa nilai-nilai luhur ditunjukkan dalam ragam tradisi budaya dan warisan pemikiran,” kata Yudian melalui rilis, Sabtu (11/12).


    Hal ini melahirkan praktik sosial-politik yang bertujuan menciptakan masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera sesuai cita-cita Pancasila. Tradisi dan praktek Pancasilais yang berkelanjutan ini menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya soal sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi cerita masa depan.


    Yudian pada melakukan kunjungan kerja selama ke NTT dan mengisi kuliah umum “Menggali Nilai-Nilai Pancasila di Bumi Cendana”, di Universitas Nusa Cendana. Hadir pula mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira.


    Kepada mahasiswa yang hadir offline dan online, Yudia memuji warga NTT yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa sekaligus bangga menjadi bangsa Indonesia yang mendudukkan semua warga negara setara di depan hukum. 


    Kesetaraan ini membuat semua warga negara, termasuk generasi muda di Nusa Tenggara Timur punya kesempatan untuk menjadi pemimpin di Indonesia.


    “Kesadaran tentang perbedaan bukan untuk menciptakan sekat-sekat sosial. Kesadaran justru ditransformasikan menjadi semangat bersatu mendirikan negara Indonesia. Alih-alih memecah, semangat bersatu ini mampu mentransendsikan perbedaan yang ada,” ucapnya.


    Dengan Pancasila, Indonesia patut berbangga di hadapan bangsa-bangsa lain. Tidak semua negara besar yang heterogen memiliki bahasa nasional tunggal pemersatu seperti bahasa Indonesia.


    Rektor Undana, Maxs Sanam menambahkan pembinaan ideologi Pancasila bertujuan menciptakan generasi yang cakap secara sosial-emosional sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. 


    “Tantangan ke depan adalah bagaimana menghindarkan pengajaran Pancasila secara monolog dan sesuai dengan tantangan zaman,” ucapnya.

    Selain kuliah umum, kunjungan kerja ini juga dibarengi dengan penandatanganan MOU antara BPIP dengan Undana dan Universitas Widya Mandira dalam hal penguatan pembinaan ideologi Pancasila.


    Terpisah, Gubernur NTT Viktor Laiskodat menekankan pentingnya menghidupkan semangat persatuan nasional tanpa harus menihilkan identitas lokal. Kemampuan mempertahankan budaya dan kekhasan daerah seperti ikat atau peternakan bisa memberikan dampak positif meningkatnya kesejahteraan masyarakat lokal. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini