-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Swasembada Sapi Disosialisasikan ke Peternak di Gunungkidul

    24/08/21, 21:51 WIB Last Updated 2021-08-24T14:51:13Z


    Gunungkidul, Kabar Jogja - Untuk melihat progres peternakan di Gunungkidul, Direktur pakan Direktorat Jendral peternakan dan kesehatan hewan melaksanakan kunjungan kerja di kelompok ternak Kabupaten Gunungkidul , Selasa (24/08)


    Kunjungan kerja Direktur pakan Direktorat Jendral peternakan dan kesehatan hewan drh. Agus Sunanto, MP diterma oleh Wakil Bupati Heri Susanto. Tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk menyampaikan program pertanian terkait swasembada sapi dan memonitoring kegiatan yang sudah diberikan oleh direktorat pakan terkait dengan penanaman hijauan ternak di Wonosari untuk kemudian dikembangkan di Indonesia. 


    Wakil Bupati dan rombongan meninjau langsung 2 lokasi kelompok ternak diantaranya Kelompok ternak Ngudi Sari Karangrejek dan kelompok ternak ngudi rejeki Nglipar. 


    Adapun kelompok ternak ngudi sari berdiri sejak tahun 2013 dengan mendapat bantuan 70 ekor hewan sapi. Dari bantuan tersebut,kelompok ternak yang beranggotakan  37 orang ini mampu mengembangbiakkan 251 ekor sapi jenis PO sampai saat ini.


    Dalam kesempatan ini,Wakil Bupati dan Direktur pakan direktorat jendral peternakan dan kesehatan hewan meninjau langsung di hamparan tanah seluas 10 hektar yang ditanami pakan ternak jenis jagung.  


    Seusai mengunjungi kelompok ternak ngudi sari, Wakil Bupati dan rombongan melanjutkan kunjungan di lokasi kedua yaitu kelompok ternak ngudi rejeki nglipar. 


    Kunjungan kerja ini disambut sangat baik oleh ketua kelompok ternak Suroto dan anggota. 


    Adapun kelompok trnak ngudi rejeki berdiri sejak tahun 2012 dengan beranggotakan 38 orang. Kelompok ternak ini mampu mengembangbiakka n 93 ekor hewan sapi dan memproduksi pupuk organik. Kelompok ini mampu memproduksi hingga 20 ton pupuk organik yang didistribusikan di Kabupaten Gunungkidul dengan harga 20 ribu rupiah untuk 1 karung.


    Dari produksi tersebut,Wakil Bupati Heri Susanto sangat mengapresiasi atas  kerjakeras yang dilakukan kelompok ngudi rejeki.


    "Luar biasa sekali kelompok ini,semuanya jadi bermanfaat,sapinya berkembang baik output lainnya seperti pupuk organik juga berkembang baik, ini sangat luar biasa" ungkapnya 


    Gunungkidul dipilih menjadi lokasi untuk pengembangan swasembada sapi karena termasuk populasi sapi terbesar di Yogyakarta. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur pakan direktorat jendral peternakan dan kesehatan hewan drh. Agus Sunanto, MP. 


    "Saya ke gunungkidul dapat tugas dari pimpinan untuk menyampaikan program pertanian terkait dengan swasembada sapi yang kedua memonitoring kegiatan yang sudah terdahulu pertama dari direktorat pakan terkait dengan penanaman hijauan ternak di wonosari


    Tentunya kita ketahui bahwa kebutuhan sapi impor dari australia masih sangat tinggi sekali ,dan sekarang harga sapi impor selalu naik makanya kita masyarakat indonesia bagaimana mengurangi impor sapi ini.


    Harapan kedepan yang pertama adalah terkait varitas, kami akan melepas varitas varitas unggul yang ada di indonesia, kemudian terkait dengan produksi, nutrisi adaptasi lingkungan tentunya akan dipelajari semua kemudian akan kita gerakan penanaman berkualitas atau gerbang patas melalui upt2 kita kementrian maupun upt2 daerah dan masyarakat 


    Setelah penanaman ini ada program lagi terkait dengan bank pakan karena kalau pakan ini melimpah di musin hujan, begitu kemarau datang tentunya peternakan tidak akan berkembang tapi kalau musim hujan maupun kemarau pakan trsedia pasti ternak akan berkembang" ungkapnya


    Agus juga menambhakan harapan kedepan peternakan bisa berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan daging sendiri tanpa harus impor. 


    "Sampai saat ini kita tadi diskusi peternak hanya mampu 2 ekor per peternak, harapan kami bisa lebih karna akan lebih bagus kalau jumlah pendudik lebih kecil daripada sapinya. Harapan kita peternakan berkembang penduduk juga berkembang jadi bisa mencukupi kebutuhan daging sendiri tanpa harus impor dari australia" tambahnya. (rls)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini