-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sultan Sapa Aruh, Warga Diharap Saling Jaga

    09/02/21, 14:25 WIB Last Updated 2021-02-09T09:43:04Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja - Setiap warga perlu memberdayakan diri dengan sistem kelompok Jaga Warga, agar terbangun RT/Dusun Siaga Tangguh melalui kesepakatan bersama. “Sebagai satuan komunitas sosial terkecil, pelaksanaannya akan relatif mudah dan saya anggap komunitasnya masih berpegang pada kearifan lokal sebagai dasar tindakan,” jelas Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.


    Pesan yang disampaikan Sri Sultan tersebut merupakan inti Sapa Aruh: Jaga Warga yang digelar di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (09/02) siang. Mengingat kondisi pandemi CoViD-19 kian meluas, Sri Sultan berharap warga dapat meningkatkan kepedulian untuk Sapa Aruh atau saling menyapa atas kondisi kesehatan dan keselamatan tetangga guna meningkatkan kesiapsiagaan warga.


    Selain itu, lanjut Sri Sultan, saat di rumah pun, sejatinya kita tetap mengenakan masker. “Saat ini penularannya sudah menjalar antaranggota keluarga dan tetangga. Semua ini, diperlukan untuk membangun keluarga tangguh pandemi. Hidupkanlah terus tenggang rasa antartetangga dengan kemauan siap berbagi atas dasar ‘peduli-lindungi’,” jelas beliau. Untuk detail mengenai Jaga Warga akan disampaikan melalui SK Gubernur DIY yang menjadi kesepakatan bersama Bupati/Walikota untuk “Membangun Ketahanan Warga dari RT/Dusun.”


    Dengan didampingi Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Sri Sultan saat menyampaikan Sapa Aruh juga menegaskan bahwa meski vaksinasi tengah berjalan, masyarakat harus tetap taat aturan. Oleh karenanya, imbauan untuk mengindahkan protokol kesehatan juga menjadi poin yang disampaikan. “Yang sering terabaikan adalah jaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan hanya keluar rumah jika memang perlu. Terlebih lagi, harus menjauhi interaksi dengan orang lain,” jelas Ngarsa Dalem.


    Adapun implementasi penerapan protokol kesehatan juga menuntut kesadaran pribadi masyarakat. “Pakai masker bukan karena takut didenda, jaga jarak bukan karena menghindari teguran, dan cuci tangan bukan karena disuruh, tapi sebagai upaya jangan tertular,” ungkap Sri Sultan.


    Ngarsa Dalem turut mengingatkan bahwa cara terbaik memerangi penyebaran CoViD-19 adalah berdiam diri di rumah. “Rumah adalah madrasah, tempat kita belajar hidup dan berkreasi guna menimba kehidupan yang lebih baik dalam situasi berbeda, keadaan baru dengan segala kesahajaannya,” terang Sri Sultan.


    Di sisi lain, pendayagunaan sumber daya juga menjadi satu hal yang tak boleh luput untuk diperhatikan. Sri Sultan berharap seluruh otoritas terkait bersatu padu memerangi CoViD-19 misalnya dengan rekrutmen tenaga kesehatan, pemanfaatan sumber dana, alih fungsi hotel untuk isolasi mandiri, dan menggunakan teknologi tepat guna berbiaya murah seperti GeNose temuan UGM. Pesan beliau, “Hidupkanlah guyub rukun dengan mengedepankan semangat gotong-royong dalam menghadapi CoViD-19 serta berbagai dampaknya.”


    Tak hanya keterlibatan masyarakat, Sri Sultan memandang adanya partisipasi birokrat dan akademisi dapat melahirkan kolaborasi yang baik dalam pencegahan COVID-19. “Mari hidupkan birokrasi yang melayani, akademisi yang inovatif, serta masyarakat yang peduli, melindungi, dan berbagi,” tutur Sri Sultan.


    Sinergi dan peran dari berbagai pihak yang disertai kesadaran masyarakat untuk saling peduli satu sama lain, merupakan langkah yang baik untuk bersama memerangi COVID-19. “Jalan terbaik untuk meraih masa depan adalah melangkahkan kaki sejak hari ini sebagai pandoming laku (petunjuk jalan),” imbuh Sri Sultan.


    Harap Sultan, “Semoga keberkahan dan kebahagiaan berada di sekitar kita. Semogalah pula semuanya sehat, sehat, sehat selalu," ucapnya.(rls)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini