-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Cara Meningkatkan Kinerja Daya Ingat ‘Si-Kecil’

    11/01/21, 18:21 WIB Last Updated 2021-01-12T01:31:19Z

    daya ingat anak kuat lebih cepat belajar

    Kabar Jogja - Banyak cara untuk membantu anak-anak dalam meningkatkan kinerja daya ingatnya. Daya ingat anak kuat lebih cepat belajar, karena ketika melatihnya sekaligus juga melatih  konsentrasi, pemahaman, meningkatkan kepercayaan diri, sehingga memiliki keterampilan untuk kesuksesan sosial serta akademisnya.

    Dikutip dari parentingscience.com, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membantu mengembangkan keterampilan kinerja daya ingatnya. Pertama harus memahami apa saja faktor lingkungan yang mengalihkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi.

    Kedua, membantu anak-anak mengatasi kekhawatiran, ancaman, dan suasana hati yang buruk. Kemudian memungkinkan waktu istirahat anak-anak, termasuk berolahraga dan bermain di luar ruangan. Selanjutnya, mendorong mereka untuk memiliki waktu tidur yang cukup.

    Selanjutnya, mengajari anak-anak strategi efektif untuk mengingat fakta dan tetap fokus. Para orang tua juga harus responsif ketika anak-anak menunjukkan tanda-tanda depresi; dan memicu rasa ingin tahu anak-anak, dan mendukung upaya mereka untuk mempelajari hal-hal baru.

    Ada beberapa kiat dalam meningkatkan kinerja daya ingat anak. Berikut adalah penjelasannya.

    - Anak-anak (terutama anak kecil) memiliki kapasitas memori kerja yang lebih kecil daripada orang dewasa. Jadi konsentrasi mereka lebih mudah teralihkan.

    Anak yang gagal dalam berkonsentrasi dalam menjalankan suatu tugas bukan berarti tidak patuh atau tidak hormat. Selain itu tidak berarti juga anak tersebut tidak cerdas. Sebagai orang tua, harus benar-benar memajami apa itu kinerja daya ingat dan bagaimana fungsinya.

    - Memahami gangguan konsentrasi pada anak di lingkungan sekitarnya.

    Selalu ada hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh adanya bau yang tak sedap atau memperhatikan tingkah laku orang lain yang ada di dekat kita.

    Otak anak belum mengembangkan keterampilan perhatian. Lebih sulit bagi mereka dibandingkan orang dewasa untuk menyaring hal-hal yang tidak relevan, dan fokus.

    Jadi kita perlu peka terhadap semua gangguan yang dihadapi anak-anak. Kita perlu meminimalkan gangguan ini, dan memberikan kelonggaran ketika anak-anak merasa lelah, tidak nyaman, atau sakit.

    - Mengatasi kekhawatiran

    Saat khawatir, kita menggunakan memori kerja yang berharga. Seolah-olah informasi yang berkaitan dengan kekhawatiran itu merayap ke ruang kerja daya ingat kita yang terbatas, menyisakan sedikit ruang bagi kita untuk memikirkan hal-hal lain.

    Efeknya lebih terasa jika Anda sangat rentan terhadap rasa khawatir, atau menderita kondisi kecemasan (Sari 2017; Stout dkk 2015; Vytal dkk 2016), dan bahkan anak kecil pun tidak kebal.

    Gejala kecemasan telah dikaitkan dengan kinerja daya ingat yang lebih buruk pada anak-anak prasekolah (Visu-Petra et al 2014).

    Selain itu, individu yang sedang memiliki kecemasan memengaruhi kinerja daya ingat mereka untuk tugas-tugas tertentu, seperti memecahkan masalah matematika (Shi dan Liu 2016). Faktanya, kinerja daya ingat yang buruk itu sendiri dapat menjadi pemicu kekhawatiran, menciptakan efek bola salju (Tresize dan Reeve 2016).

    Pengasuhan yang hangat dan responsif selalu membantu, begitu pula "pelatihan emosi" - mengajari anak-anak tentang emosi mereka melalui percakapan sensitif dan sesi pemecahan masalah.

    Tetapi penting untuk disadari bahwa beberapa anak akan membutuhkan lebih banyak dukungan daripada yang lain. Dan kita harus berhati-hati terhadap kesalahan umum yang dilakukan orang tua.

    Ketika kita meremehkan atau mengkritik kecemasan anak-anak, anak-anak mendapat pesan bahwa kita tidak mendukung. Ketika kita terlalu protektif, anak-anak mendapat pesan bahwa kecemasan mereka benar.

    Sementara, dikutip dari dancow.co.id menurut Carolyn Hoyt dalam Developing Your Child’s Memory, dalam meningkatkan kinerja daya ingat anak yakni pengulangan mengungatkan informasi yang didapatkannya dari pengalaman pertamanya.

    Beberapa teknik yang dapat dicoba seperti menciptakan suatu kegiatan atau permainan di tempat yang tenang. Sehingga perhatian anak tidak mudah teralihkan.

    Selain itu bisa juga dengan mengatur waktu kegiatan anak. Misalnya, minta anak menyelesaikan tugas  seperti mewarnai atau menyusun puzzle dalam kurun waktu tertentu. Apabila ‘timer’ berbunyi, maka anak diperbolehkan melakukan aktivitas yang lain.

    Jika anak sudah merasa tertekan atau bosan dengan stimulasi yang berlebihan, maka orangtua dapat memberikan anak kesempatan untuk beristirahat dan membiarkannya melakukan aktivitas apa pun yang diinginkannya dengan pengawasan.(*)  
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini