-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Haus dan Gerah? Ini Lho Dawet Ireng Depan Bong Supit Bogem yang Bikin Ngiler

    25/09/20, 12:15 WIB Last Updated 2020-09-25T05:17:22Z


    Sleman, Kabar Jogja – Sejuknya udara di sekitarnya meski di jalur utama Jalan Jogja-Solo, membuat satu daya tarik untuk beristirahat melepaskan rasa lelah para pengguna jalan saat siang di musim kemarau seperti sekarang.

    Di sebelah barat Candi Prambanan, tepat di seberang jalan depan bong supit Bogem, di tempat tersebut berderet para penjaja minuman segar dawet ireng dan putih.

    Salah satunya adalah pria yang sudah berusia 65 tahun, bernama Budiarto ini. Sudah betahun-tahun, dirinya menjajakan dawet di depan rumahnya sendiri. "Kalau deretan dawet di sini, paling banyak dari Bayat, Klaten. Tapi warga di sini juga ada beberapa yang jualan," kata dia.

    Setiap paginya, dirinya dibantu dengan anak dan cucu, membuat sendiri cendol dawet yang akan dijajakan. Bahan-bahannya dibeli dari pasar tradisional yang tak jauh dari rumahnya.

    Setelah itu, pukul 09.00 WIB baru ia buka warung dawet irengnya ini. Sampai pukul 17.00 WIB, biasanya dirinya mampu menjual seratus gelas dawet. "Beda kalau akhir pekan atau pada liburan, bisa dua kali lipatnya," tuturnya.

    Selain terjamin cendolnya ini, campuran pemanisnya pun juga berbeda dari tempat-tempat jualan dawet yang lainnya. Yang biasanya hanya menggunakan Gula Jawa, dirinya lebih memilih dengan memakai Gula Aren yang didapatkannya dari pemasok asal Purworejo. "Selain lebih terasa, warnanya juga lebih tajam. Coklat kemerahan," katanya.

    Setiap satu gelas dawet irengnya ini, dijualnya hanya dengan harga Rp 3.000. Tak hanya dawet ireng saja, namun pembeli juga dapat memesan dawet putih. Hanya perbedaannya sedikit, karena untuk dawet ireng lebih terasa ada cincaunya. "Kalau di musim hujan seperti ini, saat hujan pembeli juga bisa memesan tanpa es," katanya.

    Salah satu pelanggannya, Wadoyo, 35, warga asal Ngawen, Klaten mengatakan, setiap kali melewati jalur Jalan Jogja-Solo ini, bersama keluarga ia tak pernah melewatkan untuk jajan dawet di tempatnya Pak Budiarto. "Sudah sering ke sini. Rasanya mak nyess memang, berbeda dengan tempat lain," ucapnya.(dho)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close