-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Covid-19 di Jogja Melonjak, Tanggap Darurat Kemungkinan Diperpanjang

    21/07/20, 18:07 WIB Last Updated 2020-07-21T11:07:30Z


    Yogyakarta, Kabar Jogja – Masa tanggap darurat Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang baru akan berakhir pada 31 Juli 2020 mendatang kemungkinan akan diperpanjang. Supaya lebih mudah dalam melakukan penanganan penyebaran Corona.

    Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan selama masih ada kasus positif yang dirawat di rumah sakit, status tanggap darurat ini tidak memungkinkan untuk dicabut. "Selama masih ada yang kena corona, masih ada yang di rumah sakit, keadaan darurat akan tetap dilakukan,” katanya, Selasa (21/7).

    Sultan mengatakan dengan status tanggap darurat ini maka penanganan virus ini akan lebih cepat. Semisal membutuhkan tracing atau tes swab. "Tidak mungkin beli PCR dan rapid test harus menunggi hasil lelang," ucapnya.

    Sultan juga mengimbau agar masyrakat tetap berada di rumah supaya meminimalkan terjadi penularan Corona. “Kalau mau tinggal di rumah ya sehat tetapi kalau pergi-pergi ya resikonya besar. Kalau keluar jogja misal di Jawa kan masih dalam zona merah," kata dia.

    Kasus positif DIY melonjak. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan sebanyak 28 penambahan kasus pada Selasa (21/7.

    Juru Bicara Pemerintah Daerah DIY untuk Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan penambahan ini membuat total jumlah kasus positif Covid-19 di DIY per 21 Juli 2020 menjadi 465 kasus. Kasus baru tercatat sebagai kasus 442-469. "Sebanyak 23 kasus merupakan warga Bantul dan 5 kasus warga Sleman," kata dia.

    Lonjakan yang terjadi saat ini dikarenakan upaya tracing yang masif dan skrining karyawan kesehatan yang menjadi prioritas pengambilan swab massal, serta upaya pengambilan swab pada pelaku perjalanan, dan juga skrining atas permintaan masyarakat.

    Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi menambahkan, terkait penambahan yang cukup banyak ini pihaknya berencana menggelar tes swab massal. "Besok rapat kilat soal Swab massal," ucapnya.(dho)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +