-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jalan Ditutup Karena Corona, Bisa Persulit Droping Air

    05/06/20, 13:14 WIB Last Updated 2020-06-05T06:14:18Z

    Gunungkidul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksi pada Juni ini mulai ada permintaan bantuan air bersih di daerah kekeringan. Masyarakat pun diminta membuka portal jalan yang ditutup selama pembatasan akses selama wabah Covid-19 agar tak merepotkan penyaluran bantuan air.

    Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan banyak jalan desa ditutup oleh warga demi mewaspadai penyebaran Covid-19. “Banyak yang ditutup portal jalan desa di daerah Rongkop dan Girisubo, kemudian di Tepus,” kata Edy, saat dihubungi kemarin.

    Edy mengungkapkan, petugas BPBD sempat terkendala menyemprotkan disinfektan di suatu desa karena jalan desa itu ditutup. Setelah berkoordinasi dengan warga setempat, petugas itu akhirnya dibolehkan lewat.

    Menurut Edy, BPBD telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan camat supaya penyaluran bantuan air bersih tidak merepotkan petugas.

    “Biasanya akses jalan masuk desa hanya ada satu dan lainnya ditutup. Kalau mau memutar cari jalur yang masih bisa diakses kan repot. Kami juga meminta supaya pihak desa menyediakan tempat penampungan air bersih,” ucapnya.

    Edy menyebut saat ini Gunungkidul memasuki awal musim kemarau. Ia memprediksi permintaan bantuan air bersih mulai datang akhir bulan ini.

    Edy mengatakan BPBD telah menyusun draft penanganan bencana kekeringan. “Dalam minggu-minggu ini akan disampaikan ke bupati untuk menetapkan status siaga darurat kekeringan,” ucapnya.

    Edy mengatakan melalui penetapan status siaga darurat ini, anggaran dan peralatan pun siap ketika sewaktu-waktu datang permintaan bantuan air bersih. “Seluruh armada untuk penyaluran droping air bersih saat ini sudah kami siapkan,” katanya.

    Menurut Edy, dana sekitar Rp700 juta telah dialokasikan untuk bantuan air bersih selama Juni - November 2020. “Dari pengalaman, jumlah warga yang kekurangan air bersih saat kemarau di Gunungkidul bisa mencapai ratusan ribu jiwa,” katanya.

    Camat Girisubo Agus Riyanto mengatakan kecamatan mengalokasikan anggaran air bersih Rp94,8 juta. “Sampai saat ini belum ada desa yang mengajukan permohonan bantuan droping air bersih,” kata dia.

    Agus mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk penyaluran air bersih. “Terkait adanya penutupan jalan, tentunya nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut,” pungkasnya.(mel)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close