-->
  • Jelajahi

    Copyright © KabarJogja.ID - Kabar Terkini Yogyakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Teknologi Diharap Bisa Dimanfaatkan Lebih Produktif

    30/11/19, 14:10 WIB Last Updated 2019-11-30T07:10:34Z

    Sleman, KabarJogja.ID - Kaum milenial diharapkan bisa lebih produktif dalam memanfaatkan teknologi digital. Sebab selama ini sebagian masih memakainya hanya untuk hiburan atau sebatas interaksi sosial saja.

    Hal tersebut dikatakan oleh anggota DPR RI Komisi I Sukamta di sela acara diskusi publik yang digelar oleh Bakti Sosial dengan tema Peningkatan Produktivitas di Era Digital, di Merapi-Merbabu Hotel pada Sabtu (30/11). 

    "Kalau secara umum generasi milenial semua melek menggunakan alat digital. Cuma kita ingin supaya penggunaan diarahkan lebih produktif. Selama ini hanya untuk hiburan atau interaksi sosial yang tidak produktif," katanya. 

    Sukamta mengatakan banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari teknologi digital. Seperti untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

    "Dengan digital, omzet yang biasanya Rp10 juta bisa naik tinggi. Sebagai contoh bu Iffah (owner Batik Sogan) seminggu biasa laku 200 sampai 300, dengan digital bisa jadi 700 sampai 800," katanya. 

    Tak hanya dalam hal pemasaran saja, teknologi digital juga bisa membantu mengenai manajemennya. "Ada juga pengusaha susu kambing. Pasar susah ditata bagus, tapi ada problem produksi. Dengan digital bisa juga membantu manajemennya," ucapnya.

    Sukamta juga menyebut pihaknya mendorong agar pemerintah memberi perhatian terhadap akses internet di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebab selama ini masih ada beberapa lokasi yang blank spot. 

    "Masalah infrastruktur di DIY masih ada beberapa titik yang kosong internet. Saya terus mendorong Kominfo untuk memenuhi ini," ucapnya. 

    Sementara, Iffah M Dewi owner Batik Sogan mengungkapkan ia memanfaatkan teknologi digital ini mulai 2009 silam. Iffah menggunakan Facebook untuk membantu pemasaran produknya. 

    "Stok saya banyak sekali dan belum laku saat itu. Niatnya supaya bisa balik modal saja dan menghabiskan stok. Tapi hanya dalam waktu seminggu, jualannya bisa dapat Rp20 juta," ujarnya.

    Karena respon yang cukup baik, Iffah terus melakukan pengembangan pemasaran melalui online. Saat ini usahanya sudah memiliki sedikitnya 70 karyawan untuk marketing online.

    "20 di antaranya adalah teman-teman difabel. Bahagia rasanya bisa membawa manfaat untuk lebih banyak orang dengan karya yang saya buat," pungkasnya.(rid)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +